Dampak El Niño, Kemarau Panjang Landa Jawa Tengah

  • 24 Agt 2026 22:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Musim kemarau di wilayah Jawa Tengah diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari biasanya akibat dampak fenomena El Niño dengan intensitas kuat hingga sangat kuat. Kondisi ini memicu penurunan drastis curah hujan serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran lahan di berbagai daerah.

Ketua Tim Manajemen Sistem Operasional BMKG Ahmad Yani Semarang, Giyarto M.Kom, menjelaskan bahwa fenomena El Niño menyebabkan pasokan uap air berkurang signifikan. Hal ini mengakibatkan intensitas dan frekuensi hujan berada jauh di bawah kisaran normal.

Menurutnya, potensi hujan di masa kemarau tetap ada, namun bersifat lokal dengan intensitas rendah dan tidak merata. Wilayah pegunungan dan pantai utara (Pantura) bagian tengah masih memiliki peluang hujan yang lebih tinggi dibandingkan kawasan Solo Raya yang cenderung lebih kering dan panas.

"Faktor topografi dan vegetasi sangat memengaruhi pembentukan awan. Namun, tingginya suhu udara dan penguapan yang cepat selama El Niño kerap menghambat pertumbuhan awan hujan secara optimal," ujar Giyarto.

BMKG juga memprediksi awal musim penghujan akan mengalami pergeseran atau mundur. Masa peralihan atau pancaroba diperkirakan ditandai dengan perubahan cuaca secara mendadak yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang hingga tanah longsor.

Menghadapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk bijak dalam mengelola dan menghemat penggunaan air tanah. Selain itu, warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan guna mencegah kebakaran hutan dan polusi udara.

Sebagai langkah mitigasi bencana, pemantauan informasi cuaca terkini dari sumber resmi menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Radio Republik Indonesia (RRI) terus berkomitmen menyajikan informasi akurat, edukatif, dan terpercaya melalui platform digital interaktif yang mencakup layanan siaran langsung, berita online, hingga podcast untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....