Lestarikan Budaya Lokal, SMPN 18 Surakarta Gunakan Permainan Tradisional

  • 20 Agt 2026 12:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – SMP Negeri 18 Surakarta menggelar kegiatan "Pagi Ceria" yang diisi dengan beragam aktivitas fisik dan interaksi sosial antar siswa, Kamis (20 Agustus 2026). Rangkaian acara diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat, dilanjutkan sarapan sehat bersama, dan diakhiri dengan bermain aneka permainan tradisional. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari peringatan Hari Anak Nasional beberapa waktu yang lalu. Kepala SMP Negeri 18 Surakarta, Wegang Sri Sulanjari, menjelaskan bahwa agenda "dolanan bareng" ini dihadirkan untuk mengembalikan fungsi permainan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana penguatan karakter siswa.

"Permainan tradisional seperti layangan, gobak sodor, njuktalinjukemping, betengan, engklek, dakon, hingga gayuk lari sarat akan nilai-nilai moral seperti kerukunan, toleransi, saling menghargai, gotong royong, dan tepa selira," ujar Wegang Kamis (20 Agustus 2026)

Selain mengasah nilai moral, aktivitas fisik ini turut mengoptimalkan kemampuan psikomotorik anak melalui gerakan berlari, melompat, dan berkoordinasi. Efek positif lainnya adalah memberikan jeda bagi siswa dari penggunaan gawai (handphone).

"Yang paling penting adalah menciptakan rasa bahagia. Sejenak menjauhkan anak-anak dari handphone terbukti meningkatkan jiwa sosial mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya penguatan karakter berbasis budaya lokal Surakarta," tambahnya.

Melihat antusiasme peserta didik, pihak sekolah berencana mengintegrasikan agenda ini kedalam program berkala. Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPN 18 Surakarta, Mulyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk alternatif pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

"Melihat dampak positifnya, kegiatan ini tentu akan kami tindak lanjuti sebagai agenda rutin yang menjadi bagian dari program kokurikuler sekolah," kata Mulyanto.

Keceriaan pun dirasakan langsung oleh para siswa. Salah satu murid, Wristy Gantari, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian acara dan berharap kegiatan serupa dapat sering dilakukan.

"Hari ini saya dan teman-teman senang sekali bisa bermain bersama. Permainannya seru dan menyenangkan. Tadi saya main gayuklari, njuktalinjukemping, dan bola bekel. Semoga sering-sering diadakan kegiatan dolanan bareng seperti ini," ungkap Wristy dengan gembira.

Melalui kegiatan Pagi Ceria ini, SMP Negeri 18 Surakarta membuktikan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat beriringan dengan pembentukan karakter generasi muda di era digital. Langkah inovatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Surakarta untuk menghadirkan ruang belajar yang seimbang antara kesehatan fisik, kecerdasans osial, dan nilai-nilai budaya. ( Ita /Wegang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....