UMS Dorong Transformasi Tata Kelola Kampus Berbasis AI dan Data
- 19 Agt 2026 19:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id mendorong transformasi tata kelola perguruan tinggi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengambilan keputusan berbasis data. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UMS 2026, Rabu (19/8/2026) di Gedung Ahmad Syafii Maarif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.
Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, RTM tahun ini digelar sebelum Rakerpim. Perubahan alur tersebut dilakukan agar berbagai hasil evaluasi mutu yang dibahas dalam RTM dapat segera ditindaklanjuti melalui Rencana Operasional UMS maupun rencana program di tingkat fakultas dan program studi.
“Pelaksanaan RTM yang biasanya itu dilaksanakan setelah pra-Rakerpim, maka sekarang dilaksanakan sebelum Rakerpim, dengan pertimbangan bahwa apa yang ada di dalam RTM itu perlu segera mendapatkan tindak lanjut agar tidak berhenti, tetapi langsung masuk ke Rencana Operasional UMS,” ungkap Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan.
Selain evaluasi tata kelola, agenda tersebut turut membahas pemanfaatan AI dalam pengelolaan pengetahuan dan pengambilan keputusan. Dalam sesi pemaparan, Founder Drone Emprit & Media Kernels, Ismail Fahmi, Ph.D., mendemonstrasikan inovasi Chat HPT yang berdasar hasil putusan tarjih, serta konsep second brain berbasis Knowledge Management dengan memanfaatkan aplikasi seperti Obsidian.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penerapan konsep grounded AI. Sistem AI dirancang dengan batasan sumber yang ketat sehingga informasi yang dihasilkan tidak mengambil rujukan secara sembarangan dari internet, melainkan mengacu pada sumber data primer yang telah ditentukan.
“Saya batasi, dia tidak boleh berhalusinasi. Tidak boleh mencari di internet sembarangan. Dia hanya bisa mengambil jawaban dari Majelis Tarjih saja dan hanya menggunakan sumber primer,” jelas Ismail Fahmi.
Pemanfaatan AI tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk membantu pengelolaan pengetahuan secara lebih terstruktur. Namun, penerapannya tetap membutuhkan kualitas data, batasan sumber, serta pemahaman keilmuan yang kuat.
Pembahasan kemudian berkembang pada tantangan perguruan tinggi di tengah semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi dan memanfaatkan AI. Teknologi dinilai tidak serta-merta menghilangkan peran perguruan tinggi karena kemampuan menggunakan AI tidak otomatis menggantikan pemahaman terhadap suatu bidang ilmu, nilai humaniora, dan etika.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta menyoroti pentingnya mempertahankan unsur humaniora dalam pemanfaatan teknologi, khususnya dalam lingkungan pendidikan tinggi.
Selain AI, pengambilan keputusan berbasis data turut menjadi perhatian dalam agenda tersebut. Pimpinan di berbagai level didorong untuk menjadikan data sebagai dasar dalam menentukan kebijakan, terutama karena setiap keputusan memiliki dampak yang berbeda sesuai dengan tingkat kewenangannya.
“Ketika menjadi pimpinan dan diminta untuk membuat keputusan, maka keputusan itu tidak lagi hanya ‘omong-omong’ saja. Semakin tinggi levelnya, dampaknya semakin besar. Sehingga ini menjadi penting ketika Bapak/Ibu mengambil keputusan di semua level dengan data,” tegas Ismail Fahmi.
Melalui RTM dan Rakerpim 2026, UMS menempatkan pemanfaatan teknologi, kualitas data, serta penguatan tata kelola sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas institusi. Integrasi hasil evaluasi mutu ke dalam perencanaan operasional diharapkan membuat setiap rekomendasi tidak berhenti pada tahap evaluasi, tetapi berlanjut menjadi program dan keputusan yang terukur. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....