Penutupan Jalur Lingkar Utara Sragen, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke Kota

  • 14 Agt 2026 22:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Penutupan ruas Jalur Lingkar Utara Kabupaten Sragen resmi diberlakukan menyusul adanya perbaikan Jembatan Tlobongan yang merupakan proyek jalan nasional. Penutupan jalur krusial ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, terhitung sejak Senin 10 -17 Agustus 2026.

Sub-Koordinator Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Bayu Satrio Adibimantoro mengatakan, pembatasan durasi perbaikan selama satu minggu merupakan hasil koordinasi intensif bersama jajaran Satlantas Polres Sragen.

"Dari pihak kepolisian menghendaki penutupan mulai tanggal 10 hingga 17 Agustus, agar akses Lingkar Utara tidak terlalu lama terganggu," ujar Bayu saat dikonfirmasi, Kamis 13 Agustus.

Pihak pelaksana proyek pun telah menyatakan kesanggupannya untuk merampungkan pekerjaan struktur jembatan sesuai target yang disepakati.

Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan, Dishub Sragen menyiapkan dua opsi jalur alternatif bagi para pengguna jalan. Pengendara dari arah barat dialihkan masuk kawasan perkotaan melalui Simpang Tiga Bloran atau memilih akses Jalur Tol.

Kendati demikian, pemantauan di lapangan menunjukkan mayoritas kendaraan bermotor, termasuk armada bus dan Angkutan Interkota Dalam Provinsi (AKDP), masih dominan memilih rute melintasi pusat kota.

"Kondisi saat ini sebagian besar kendaraan tetap memilih masuk kota. Meski kami berupaya meminimalisasi lintasan di area perkantoran Pemkab, keinginan pengemudi mayoritas tetap menerobos rute kota," kata Bayu menjelaskan.

Imbas masuknya kendaraan bertonase berat ke area perkotaan, terutama di ruas depan Kompleks Pemda Terpadu Sragen, volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan.

Guna menekan potensi kecelakaan dan mengurai kemacetan, Dishub Sragen menerapkan rekayasa lalu lintas dengan memasang pembatas jalan (traffic cone) di Simpang Tiga Bloran. Pemasangan kerucut lalu lintas ini difungsikan untuk mempersempit lajur kendaraan dari arah utara menuju selatan.

Langkah rekayasa ini memberi ruang manuver yang lebih aman bagi kendaraan berdimensi besar dari arah barat yang hendak berbelok ke selatan, sekaligus meminimalisasi konflik arus lalu lintas di mulut persimpangan.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada serta mematuhi rambu petunjuk pengalihan arus demi kelancaran dan keselamatan bersama selama masa perbaikan jembatan berlangsung. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....