Hadapi Era AI, Pramuka Dituntut Lebih Kreatif dan Adaptif

  • 15 Agt 2026 06:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Gerakan Pramuka dihadapkan pada tantangan baru seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Generasi muda kini tumbuh bersama gawai, media sosial, arus informasi yang cepat, hingga kecerdasan buatan atau AI.

Kondisi ini menuntut pembinaan Pramuka untuk terus berinovasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan. Wakil Ketua Binawasa Kwartir Cabang Klaten, Zainal Abidin, mengatakan perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan bagi generasi muda dalam memperoleh informasi.

Namun, ketergantungan terhadap teknologi dapat mengurangi daya pikir dan kemampuan anak dalam mencari solusi secara mandiri. Karena itu, pembina dituntut menghadirkan kegiatan yang menarik dan relevan dengan kehidupan generasi saat ini.

"Saat ini memang dimudahkan dengan teknologi. Apalagi kalau ada AI tadi itu lebih mudah mau cari materi apapun lebih mudah. Namun itu adalah suatu kendala bagi kami. Maka kami butuh inovasi dan kita tidak menyimpang dari prinsip dasar kepramukaan itu tadi," ujar Zainal Abidin, dalam dialog interaktif di RRI Kamis 13 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kalikotes Klaten, Anik Ariastuti, menilai Pramuka tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan baris-berbaris maupun aktivitas rutin. Kegiatan kepramukaan perlu dikolaborasikan dengan literasi digital, numerasi, bahkan pemanfaatan AI, sekaligus tetap mengembangkan keterampilan hidup, kepemimpinan, kegiatan sosial, dan jelajah alam.

Menurut Anik, tantangan lainnya adalah membangun minat generasi muda terhadap Pramuka. Anak-anak kini lebih mudah merasa lelah dan menganggap kegiatan Pramuka kurang menarik. Karena itu, pembina perlu kreatif dan terus memberikan motivasi, termasuk berkolaborasi dengan orang tua dan wali kelas.

“Bagaimana tantangan terbesar kita untuk anak itu mengikuti punya minat mengikuti pramuka. Makanya kita itu pramuka itu kita wajib dan anak harus bisa mengejar ketinggalannya untuk bisa ikut ke Pramuka Garuda," ujar Anik.

Zainal menambahkan, kegiatan Pramuka juga perlu mendorong anak belajar melalui pengalaman langsung. Salah satunya melalui permainan dan kegiatan seperti Amazing Race, yang mengajarkan peserta didik memecahkan persoalan dengan memanfaatkan kondisi di lapangan.

Di tengah tantangan era digital tersebut, Pramuka tetap memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai ketakwaan, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi. Harapannya, Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan generasi yang terampil, inovatif, berprestasi, peduli lingkungan dan siap menghadapi perubahan zaman. (Lidia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....