FSRD ISI Surakarta Dorong Daya Saing Pengrajin Sangkar Burung
- 11 Agt 2026 15:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mendorong pengrajin sangkar burung di Kampung Becak, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, meningkatkan daya saing produk melalui inovasi desain.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kemendiktisaintek 2026 dengan menggelar pelatihan teknik transfer foto pada media sangkar burung.
Program bertajuk “Revitalisasi Kerajinan Sangkar Burung Melalui Metode Transfer Foto Sebagai Peningkatan Identitas Kampung Becak Solo” itu menyasar Kelompok Pengrajin Sangkar Burung “Sarana Sejahtera” menurut rilisnya, Senin 10 Agustus 2026.
Ketua Tim PISN FSRD ISI Surakarta, Risky Chairani Putri, mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan hasil riset dan pemetaan kebutuhan masyarakat yang dilakukan sejak Desember 2025.
Menurutnya, pendekatan partisipatif digunakan agar inovasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para pengrajin sekaligus dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kami menerapkan pendekatan partisipatif agar materi dan pelatihan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat serta dapat beradaptasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada teknik produksi, tetapi juga memperkuat identitas produk dan potensi Kampung Becak sebagai kawasan wisata kerajinan.
Materi pertama berupa orientasi inovasi yang memperkenalkan konsep revitalisasi kerajinan dan manfaat ekonominya bagi pengrajin. Selanjutnya, materi edukasi lingkungan dan potensi wisata disampaikan Unik Dian Cahyawati dari Program Studi Destinasi Pariwisata ISI Surakarta.
Para pengrajin juga mendapatkan materi mengenai identitas visual dan branding. Materi tersebut menekankan pentingnya logo serta narasi sejarah lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat karakter produk sangkar burung Kampung Becak.
Pada sesi praktik, para pengrajin secara langsung mencoba teknik transfer foto pada media sangkar burung. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan tim teknis hingga menghasilkan sangkar dengan motif personal yang lebih unik.
Ketua Kelompok Pengrajin “Sarana Sejahtera”, Yudi Haryadi, mengapresiasi pendampingan yang diberikan FSRD ISI Surakarta. Ia berharap inovasi tersebut dapat memberikan dampak terhadap perekonomian anggota kelompok.
“Terima kasih kepada ISI Surakarta karena telah mendampingi dan memberikan inovasi bagi kelompok kami,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut sehingga mampu mendukung keberlangsungan usaha para pengrajin.
“Harapannya kegiatan ini membawa perbaikan ekonomi dan keberlanjutan bagi Sarana Sejahtera ke depannya,” katanya.
FSRD ISI Surakarta optimistis pendampingan berkelanjutan dapat membawa Kampung Becak berkembang tidak hanya sebagai sentra produksi sangkar burung, tetapi juga menjadi kawasan wisata kerajinan lokal yang memiliki identitas kuat dan berdaya saing. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....