Warga Serut Sukoharjo Bangun Miniatur Eiffel Sambut Kemerdekaan
- 10 Agt 2026 20:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan warga Dukuh Serut RT 2 RW 2, Desa Serut, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, dengan cara unik. Mereka bergotong royong membangun gapura berbentuk miniatur Menara Eiffel dari ratusan batang bambu.
Sekretaris Desa Serut, Suyatno, mengatakan pembangunan miniatur tersebut merupakan bagian dari tradisi warga yang setiap tahun menghadirkan berbagai monumen untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus.
"Desa Serut ini udah berapa kali, berapa tahun tiap event 17-an kita membikin semisal monumen lah," ujarnya kepada RRI, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, sejumlah karya pernah dibuat warga pada perayaan sebelumnya, mulai dari Tugu Pancoran, Spiderman, keris, hingga miniatur Monas. Tahun ini, ide membuat Menara Eiffel datang dari Karang Taruna bersama masyarakat.
Pembangunan miniatur Eiffel tersebut membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh pemuda Karang Taruna dan warga, terutama pada malam hari karena sebagian besar warga tetap bekerja pada siang hari.
"Ya paling kalau satu ini sebulan setengah lah," ucapnya.
Suyatno menyebut sekitar 120 batang bambu digunakan untuk membangun struktur miniatur tersebut. Seluruh bambu berasal dari warga sehingga tidak masuk dalam perhitungan biaya pembangunan.
"Yang terhitung seratus dua puluh. Dari warga," katanya.
Selain bambu, kebutuhan lainnya seperti lampu dan kawat diperoleh melalui swadaya serta bantuan para donatur. Warga sengaja memilih bambu karena merupakan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar dan sesuai dengan kemampuan swadaya masyarakat.
"Ya gimana ya, ya itu yang kita yang punya di lokal swadaya, eh, apa sumber daya alamnya kita," ujarnya.
Miniatur tersebut memiliki tinggi sekitar 24 meter. Proses pemasangan dilakukan secara bertahap untuk memudahkan pengangkatan struktur yang telah dibuat sebelumnya.
Suyatno berharap keberadaan miniatur Eiffel tidak sekadar menjadi hiasan perayaan kemerdekaan. Pengalaman saat membuat miniatur Monas sebelumnya menunjukkan banyak warga dari luar daerah datang untuk mengabadikan momen.
"Ya kita kan Sukoharjo pinggiran Pak biar, biar dikenal gitu unik sendiri gitulah," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Serut, Supardi, mengatakan gagasan miniatur Menara Eiffel berasal dari Karang Taruna Bina Kaya Desa Serut. Para pemuda menginginkan karya yang lebih besar dan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Dulunya itu pernah juga buat Monas cuma ini dari Karang Taruna Bina Kaya Desa Serut itu minta menara Eiffel lah," katanya.
Supardi mengatakan pembangunan kini telah mencapai sekitar 90 persen dan tinggal menyelesaikan tahap akhir, termasuk pemasangan sejumlah ornamen dan lampu.
Proses pembangunan dilakukan selama kurang lebih satu bulan pada malam hari. Menurutnya, tantangan terbesar bukan membuat rangka bambu, melainkan mengangkat dan memasang struktur hingga berdiri tegak.
"Kalau mengerjai ndak susah cuma kita waktu susahnya itu eee menaikkan, menaikkan itu yang susah karena eee tiga tahap," ujarnya.
Pengangkatan dilakukan dalam tiga tahap karena ukuran miniatur yang besar. Proses tersebut juga harus memperhatikan keberadaan kabel listrik di sekitar lokasi.
Supardi menambahkan, kreativitas warga Serut dalam membuat ikon perayaan kemerdekaan telah berlangsung selama beberapa tahun. Selain Tugu Pancoran dan Monas, warga juga pernah membuat berbagai bentuk lain, termasuk karakter dan hewan.
"Tapi Alhamdulillah jadi," ucapnya.
Ia berharap karya tersebut menjadi kebanggaan warga sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bahan dan biaya tidak menghalangi masyarakat untuk menghadirkan sesuatu yang unik dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....