Polres Wonogiri Perkuat Sinergi Cegah Karhutla Saat Kemarau Tiba

  • 06 Agt 2026 00:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Memasuki puncak musim kemarau, Polres Wonogiri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menyatukan langkah lintas sektor melalui Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri, Rabu 5 Agustus 2026.

Rapat dipimpin Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim dan dihadiri jajaran TNI, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Damkar, Dinas Sosial, Cabang Dinas Kehutanan, PMI, SAR Kabupaten Wonogiri, pejabat utama Polres Wonogiri, para Kapolsek, serta personel Polres Wonogiri.

Kapolres Wonogiri menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh instansi memiliki persepsi dan strategi yang sama dalam menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.

"Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, komunikasi, dan kolaborasi seluruh instansi. Dengan koordinasi yang baik, upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin memaparkan hasil analisa dan evaluasi Karhutla Semester I Tahun 2026. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Lancang Kuning, terdeteksi 83 titik panas di Kabupaten Wonogiri, terdiri atas delapan kategori rendah, 73 kategori sedang, dan dua kategori tinggi. Seluruh hotspot tersebut masih memerlukan verifikasi di lapangan.

Meski data lima tahun terakhir menunjukkan kejadian Karhutla relatif rendah, Polres Wonogiri mencatat hingga tahun 2026 terdapat 31 kejadian kebakaran secara umum. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar langkah mitigasi terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan lebih dari separuh wilayah Wonogiri merupakan kawasan hutan dan lahan kering yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau.

"BPBD mencatat hingga Minggu 2 Agustus 2026 telah terjadi 33 kejadian kebakaran lahan dengan luas area terdampak sekitar 49,39 hektare. Kecamatan Selogiri menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli di daerah rawan, mempercepat verifikasi titik panas, mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam upaya pencegahan Karhutla.

Kapolres juga menegaskan bahwa pembakaran hutan maupun lahan yang dilakukan dengan sengaja akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, keterbatasan armada pemadam membuat sinergi antarlembaga, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Polres Wonogiri bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mencegah dan menangani Karhutla guna menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Wonogiri. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....