Tantangan Pengangguran, Kemnaker dan BAZNAS RI Sinergi Salurkan Tenaga Kerja
- 04 Agt 2026 11:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi strategis dalam rangka menjawab tantangan kurangnya lowongan kerja serta mengoptimalkan penempatan tenaga kerja, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan program pelatihan dan penempatan tenaga kerja inklusif yang digelar di Pendopo Gede Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan mengusung semangat "tidak ada satupun yang tertinggal" (no one left behind).
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Kemenaker, Sugeng Heru Suseno, menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi solusi konkret untuk menekan angka pengangguran yang ada.
"Pertemuan kita hari ini dilandasi oleh satu semangat bersama yaitu tidak ada satupun yang tertinggal. Kita berkumpul di sini dengan satu komitmen kuat yaitu mewujudkan kebersamaan, kerja yang setara dan untuk semua demi membangun peluang yang setara," kata Sugeng Heru Suseno dalam sambutannya.
Sugeng Heru Suseno menjelaskan, kerja sama antara Kemenaker dan BAZNAS RI ini didasari oleh nota kesepahaman yang menargetkan pelatihan dan penempatan bagi 1.000 tenaga kerja disabilitas selama kurun waktu lima tahun.
Secara bertahap, program ini telah berjalan di beberapa wilayah seperti Makassar dan Boyolali, sebelum nantinya diperluas ke Jawa Barat hingga Lumajang.
"Kerja sama antara Kemenaker dengan BAZNAS ini ada targetnya ada 1.000 orang selama lima tahun. Nah, sekarang ini yang sudah dilatih baru 47 orang dan sudah ditempatkan, baik itu yang di Makassar 22 orang, kemudian yang di Boyolali 25 orang dan target berikutnya itu 953 orang, sehingga nanti harapannya 1.000 itu bisa ditempatkan semua," katanya menambahkan.
Selain fokus pada penempatan sektor formal, program ini juga membekali para peserta dengan soft skill dan hard skill melalui berbagai jalur pelatihan—mulai dari Practical Office Advance, teknik menjahit, hingga digital marketing, packaging, dan branding.
Kemenaker berharap melalui model kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, BAZNAS, swasta, akademisi, hingga komunitas, target porsi penempatan tenaga kerja formal bagi penyandang disabilitas dapat terus meningkat hingga mencapai 12 persen pada tahun 2029 mendatang. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....