Revitalisasi Sekolah Bagi masa Depan Generasi Muda
- 04 Agt 2026 13:10 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pendidikan yang berkualitas tentu tidak hanya ditentukan oleh guru dan kurikulum saja, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak. Masih ada beberapa atau banyak sekolah di berbagai daerah yang menghadapi tantangan berupa mungkin bangunan yang rusak, rusak, ruang kelas yang kurang memadai, hingga fasilitas belajar yang belum memenuhi kebutuhan peserta didik.
“ Melaluiprogram revitalisasi sekolah, pemerintah berupaya memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar ini bisa berlangsung lebih optimal, “ ucap Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariatno
Tujuan revitalisasi sekolah memastikan lingkungan belajar aman dan nyaman, memperbaiki bangunan sekolah yang rusak atau berpotensi membahayakan siswa dan mendukung proses belajar mengajar agar lebih optimal. Sumber pendanaan revitalisasi dari APBN Dana dari pemerintah pusat berdasarkan usulan sekolah melalui sistem Dapodik yang kemudian diverifikasi dan diprioritaskan oleh Kementerian dan APBD yang digunakan Pemerintah Kota Surakarta untuk membantu sekolah yang belum mendapat bantuan APBN tetapi dinilai tetap menjadi prioritas.
SMP Negeri 15 Surakarta menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi dari APBN. ” Sekitar 80% bangunan membutuhkan perbaikan, terutama konstruksi atap.Fasilitas yang akan diperbaiki meliputi ruang kelas, laboratorium IPA dan TIK, toilet, serta ruang UKS, “ ucap Heti Marheni, S.Pak., M.Pd ( Kepala Sekolah SMP Negeri 15)
Selama pembangunan, kegiatan belajar tetap berlangsung dengan sistem masuk bergantian. Pelaksanaan dan pengawasan. Dana APBN dikelola langsung oleh kepala sekolah.Dinas Pendidikan melakukan pendampingan dan supervisi agar pembangunan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan transparan.Target pelaksanaan sekitar 120 hari.
Tantangan Keterbatasan anggaran sehingga tidak semua sekolah dapat direvitalisasi sekaligus. Penentuan prioritas didasarkan pada tingkat kerusakan dan risiko terhadap keselamatan, pengembangan pembelajaran. Selain memperbaiki gedung, pemerintah mendorong penggunaan teknologi pembelajaran, seperti papan digital (interactive flat panel.Sekolah juga mulai mengatur penggunaan gawai siswa agar mendukung pembelajaran tanpa mengganggu proses belajar.
Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi sekolah dengan dukungan dana APBN dan APBD. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Harapannya, fasilitas yang lebih baik akan meningkatkan semangat belajar siswa serta menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan seperti yang disampaikan Dwi Ariyatno S.STP., M.A. menutup perbincangan di Jendela Cerita Anda yang dipandu oleh Riandani Surya. ( Ria )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....