Siswi Finlandia, Amelia Kontio Bagikan Pengalaman Budaya di SMAN 6 Solo

  • 30 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kehadiran siswi pertukaran pelajar asal Finlandia, Amelia Lumi Maria Kontio, di SMA Negeri 6 Surakarta memberikan warna baru dalam lingkungan sekolah. Melalui program Rotary Youth Exchange, Amelia berkesempatan mempelajari budaya Indonesia sekaligus membagikan perspektif sistem pendidikan dari negara asalnya.

Selama tinggal di Surakarta, Amelia mengaku mengalami sejumlah kejutan budaya atau culture shock dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hal yang paling menarik perhatiannya antara lain banyaknya sepeda motor di jalan raya, hidangan masakan yang cenderung pedas, serta kebiasaan waktu masyarakat yang relatif lebih fleksibel dibandingkan kedisiplinan ketat di Finlandia.

Meskipun demikian, ia merasa terkesan dengan budaya masyarakat Indonesia yang sangat ramah dan bersahabat karena warga Finlandia cenderung lebih introver.

Selain itu, Amelia justru menyukai penggunaan seragam sekolah di Indonesia karena mampu menciptakan kesetaraan antarpeserta didik sekaligus mencegah potensi perundungan akibat perbedaan gaya pakaian.

"Saya sangat suka bahwa semua orang di sini ramah, saling tersenyum, dan menyapa. Saya juga menyukai seragam sekolah karena membuat semua siswa terlihat sama dan mencegah perundungan berdasarkan pilihan pakaian," ujar Amelia, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam proses pembelajaran, Amelia mengatasi kendala bahasa dengan memanfaatkan bahasa tubuh dan aplikasi penerjemah sembari belajar bahasa Indonesia serta bahasa Jawa.

Ia juga membandingkan sistem pendidikan Finlandia yang memulai sekolah dasar pada usia enam tahun, bebas biaya, serta menuntut siswa belajar intensif selama enam hingga tujuh jam per hari dengan banyak tugas rumah.

Menanggapi program pertukaran pelajar tersebut, Kepala SMAN 6 Surakarta, Santosa, mengatakan kehadiran pelajar asing menjadi salah satu upaya sekolah membuka wawasan internasional bagi peserta didik.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi lintas negara akan memperkaya cara pandang siswa terhadap keberagaman budaya sekaligus meningkatkan daya saing global.

"Kami ingin mengawalinya agar anak-anak bisa melihat dunia yang lebih luas. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah anak-anak yang memiliki minat tinggi berhak mendapatkan akses untuk bersaing di level internasional," kata Santosa. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....