Pemkab Sragen dan 'Aisyiyah Perkuat Sinergi Tangani Persoalan Sosial dan Anak
- 24 Jul 2026 17:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sragen memperingati Milad ke-109 yang dirangkaikan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Nglorog, Sragen, Kamis 23 Juli 2026.
Dalam momen tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengajak 'Aisyiyah untuk memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, khususnya penanganan stunting dan perundungan (bullying) pada anak.
Peringatan milad kali ini mengusung tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Melalui Gerakan 'Aisyiyah Cinta Anak (GACA): Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depannya". Kegiatan dihadiri oleh Bupati Sragen, Bunda PAUD, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen K.H. Ali Rosyidhi, serta ribuan kader dan santri TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kabupaten Sragen.
Ketua PDA Sragen, Dwi Astuti, menegaskan bahwa sejarah panjang 'Aisyiyah bermula dari kepedulian sosial terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak. Melalui gerakan GACA, 'Aisyiyah berkomitmen melahirkan generasi yang kuat melalui tiga pilar utama.
"Tiga pilar itu meliputi menyayangi anak dengan pendidikan penuh kasih, melindungi anak dari bahaya gawai, pornografi, pernikahan dini, serta kekerasan, dan membangun masa depan anak melalui pendidikan serta kemandirian," ujar Dwi Astuti.
Dwi menambahkan, program GACA diperkuat dengan turun langsung ke tujuh desa melalui prinsip penanganan terpadu; satu desa, satu data, satu white paper, dan satu advokasi. Di lapangan, pihak 'Aisyiyah masih menemukan anak-anak yang berisiko stunting akibat keterbatasan gizi.
Untuk itu, 'Aisyiyah menerjunkan berbagai program pendampingan, mulai dari Desa Qaryah Thayyibah, Desa Cerdas, Posyandu aktif, hingga Desa Ekonomi Mandiri.
Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengapresiasi peran historis dan kontribusi nyata 'Aisyiyah yang dinilainya konsisten menjadi pelopor dakwah kemanusiaan sejak era sebelum kemerdekaan.
"Perempuan muslimah harus menjadi penentu masa depan peradaban, bukan sekadar penonton sejarah. Apa yang dilakukan 'Aisyiyah saat merawat anak di desa terpencil, mendampingi korban KDRT, dan mencegah stunting adalah wujud nyata ibadah dan dakwah kemanusiaan," kata Bupati Sigit.
Bupati menyadari kompleksitas tantangan sosial saat ini, seperti gizi buruk, judi online, kekerasan anak, hingga krisis moral tidak dapat diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen sendirian. Oleh karena itu, Pemkab Sragen berkomitmen mempererat kolaborasi bersama 'Aisyiyah di empat sektor prioritas; kesehatan, ketahanan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....