Pendataan Keluarga Jadi Kunci Identifikasi Keluarga Berisiko Stunting
- 24 Jul 2026 19:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pendataan keluarga menjadi langkah awal yang sangat penting dalam upaya pemerintah mengidentifikasi keluarga berisiko stunting sekaligus memastikan setiap program intervensi diberikan secara tepat sasaran. Melalui data yang akurat dan mutakhir, pemerintah dapat mengetahui kondisi riil setiap keluarga, mulai dari kesehatan ibu dan anak, kondisi sanitasi, hingga tingkat kesejahteraan. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun berbagai program pendampingan dan percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan (Dalduk, PPK, dan P3A) PPKBP3A Kabupaten Sragen, M. Maria Ratih Tjahyani saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Astacita RRI Pro 4 Surakarta bertema ‘Pemanfaatan Hasil Pendataan Keluarga untuk Meningkatkan Kualitas Keluarga’ Rabu, 22 Juli 2026. Acara yang dipandu oleh Nuri Aurora itu membahas pentingnya pemanfaatan data keluarga sebagai dasar pembangunan keluarga yang berkualitas. Pendataan keluarga bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen penting untuk melihat kondisi nyata masyarakat sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat.
"Data itu ibarat cermin bagi keluarga dan pemerintah. Dengan data kita bisa mengetahui kondisi sebenarnya sebuah keluarga secara lengkap, mulai dari nama, alamat, pendidikan, usia, jumlah balita, ibu hamil, kondisi ekonomi sampai sanitasi rumah. Kalau kita tahu datanya maka program yang diberikan pemerintah bisa tepat sasaran," kata Ratih.
Menurutnya, pendataan keluarga yang dilaksanakan BKKBN mencakup empat aspek utama, yakni data kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, serta keluarga berisiko stunting. Informasi tersebut digunakan untuk memetakan kondisi masyarakat sehingga bantuan maupun program pembinaan dapat diberikan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.
Salah satu fokus utama dalam pendataan adalah verifikasi dan validasi (verval) keluarga berisiko stunting. Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa data keluarga yang sebelumnya teridentifikasi berisiko benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sebelum pemerintah memberikan intervensi.
"Verval keluarga berisiko stunting adalah kegiatan mengecek kembali kebenaran data keluarga yang sebelumnya sudah teridentifikasi berisiko stunting dari pendataan keluarga. Tujuannya memastikan data itu benar dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat," ucapnya.
Ratih menambahkan, pelaksanaan verval mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang menempatkan penyediaan data keluarga sebagai salah satu dari lima kegiatan prioritas dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Dengan demikian, kegiatan pendataan memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus menjadi bagian penting dalam strategi nasional penanganan stunting.
Sasaran verval meliputi calon pengantin, ibu hamil berisiko, keluarga dengan balita usia 0–59 bulan, ibu pasca melahirkan, hingga keluarga yang memiliki keterbatasan akses sanitasi maupun air bersih. Penilaian juga dilakukan terhadap berbagai faktor risiko seperti kondisi rumah, kepemilikan jamban sehat, akses air bersih, risiko kehamilan 4T, hingga penggunaan alat kontrasepsi modern.
“Dalam pelaksanaannya, pendataan dilakukan secara berjenjang mulai dari kader di lapangan, pengolah data, hingga verifikator tingkat kecamatan. Seluruh proses diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan RT/RW, kemudian dilanjutkan kunjungan dari rumah ke rumah untuk melakukan wawancara sekaligus mengecek kondisi tempat tinggal keluarga sasaran. Data yang terkumpul kemudian diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai data keluarga berisiko stunting,” katanya.
Ratih berharap hasil verifikasi dan validasi mampu menghasilkan data keluarga yang mutakhir sehingga dapat digunakan sebagai dasar pendampingan keluarga secara tepat sasaran. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan pendataan dengan memberikan informasi yang benar kepada para kader.
"Verval keluarga berisiko stunting bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk mencari solusi. Dengan data yang tepat, bantuan dan pendampingan dapat diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Mari bersama cegah stunting demi terwujudnya anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Ratih. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....