Tingkatkan Inovasi Produk Lokal, KKN UNS Gelar Pelatihan Buat Sarung Ecoprint
- 25 Jul 2026 04:23 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Inovasi Produk Lokal
- KKN UNS Solo
- Produk Ecoprint
RRI.CO.ID, Surakarta - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 221 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menggelar Program Kerja Pelatihan Pembuatan Sarung Motif Ecoprint bagi kelompok Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dusun Susukan, Desa Susukan, Kabupaten Semarang . Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan dedaunan alami ini dilaksanakan pada Rabu (22 Juli 2026). Program tersebut dirancang untuk menambah pengalaman dan melatih kreativitas warga serta menjadi wujud nyata pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui dorongan inovasi produk lokal. Praktik pembuatan ecoprint dalam pelatihan ini menggunakan teknik memukul dedaunan di atas lembaran kain putih yang telah direndam dengan larutan air tawas selama satu malam untuk menghasilkan warna dan corak alami.
Tantangan utama dari proses pembuatan ini adalah mengidentifikasi jenis daun yang mampu mengeluarkan warna dengan baik, serta kreativitas dalam menata posisi daun agar menghasilkan motif kain yang memiliki nilai seni tinggi. Berbeda dengan produk ecoprint pada umumnya yang sering diaplikasikan pada taplak meja atau goodie bag. KKN UNS https://uns.ac.id kali ini secara spesifik memilih kain sarung sebagai media pelatihan . Pemilihan media sarung ditujukan agar inovasi produk yang dihasilkan memiliki nilai keberlanjutan pakai yang tinggi karena sarung dapat digunakan secara rutin untuk beribadah oleh masyarakat setempat. Antusiasme anggota PKK Dusun Susukan dalam mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan sarung ecoprint bersama Mahasiswa KKN Kelompok 221 sangat besar .
Penanggung Jawab (PJ) Program Kerja Pelatihan Ecoprint KKN 221 UNS 2026, Ardan Indrajaya menjelaskan alasan di balik pemilihan program ini karena ecoprint sebagai proker merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dari tumbuhan dan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang paling tepat.
" Praktik ecoprint masih sangat jarang dilakukan di Dusun Susukan, sehingga ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme yang tinggi, juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang pas." kata Ardan
Sementara itu salah satu peserta kegiatan pelatihan pembuatan sarung ecoprint Nuranida Laila, mengatakan anggota PKK Dusun Susukan, melihat peluang besar bagi ibu-ibu untuk menjadikan keterampilan ini sebagai sumber pendapatan industri rumahan.
"Kalo dilihat nilai ekonomisnya ya dengan modal yang tidak begitu banyak tetapi menghasilkan hasil yang lumayan bagus dibandingkan dengan batik tulis atau mungkin batik cetak juga engga kalah," ujar Nuranida optimis.
Tingginya antusias anggota PKK untuk ikut melaksanakan program pelatihan pembuatan sarung ecoprint ini juga turut dirasakan oleh Ketua PKK Dusun Susukan, Nur Hidayati . Ia menyoroti bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan pengalaman baru, melainkan juga dapat menghasilkan wujud fisik berupa sarung ecoprint yang dapat menjadi tambahan inventaris untuk kelompok PKK Dusun Susukan. Kemudian dengan diadakannya kegiatan pelatihan pembuatan sarung ecoprint ini, harapannya dapat menjadi ladang pengetahuan yang dapat disebarkan ke anak-anak dan lingkungan sekitarnya.
“Nanti mereka bisa bercerita di RT-nya masing-masing, kegiatan ini akan sangat bermanfaat sekali, jadi bisa untuk pembelajaran ke anaknya atau ke lingkungan sekitar tentang pembelajaran ecoprint, bagus pokoknya terima kasih sekali.” kata Ida. Hasil kerajinan sarung ecoprint tersebut rencananya akan digunakan saat acara memperingati ruwahan sebelum puasa yang nantinya akan menjadi kebanggaan sendiri bagi kelompok PKK Dusun Susukan.( Dwiki Rahayu/ Ita)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....