Manakar Untung Rugi Kunjungan Raja Yogyakarta ke Kabupaten Sragen

  • 21 Jul 2026 14:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kunjungan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengubowono X sepekan kemain ke Sragen, bukan sekadar sowan. Kunjungan itu merupakan bentuk nyambung tali sejarah Mataram yang putus karena pembagian wilayah dimasa lampau.

Kenapa kunjungannya ke Sragen? Seperti pada komentar pagi RRI Surakarta yang disampaikan editor rri.co.id Agus Yoga Selasa (21 Juli 2026) yang pasti merupakan jejak leluhur. Dimasa lalu Sragen meruapakan bagian dari wilayah Kadipaten Mangkunegaran dan Mataram. Banyak situs, makam leluhur, dan pusaka tersebar di Sragen.

Selain itu menurut Agus Yoga, ada nilai budaya tersendiri, seperti nguri-uri tradisi, jamasan pusaka, kirab, dan ngilmu kejawen masih hidup kuat di Sragen.

Kunjungan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengubowono X ke Sragen juga merupakan simbul perekat NKRI. Kehadiran Sultan juga merupakan simbol persatuan. Jawa Tengah - DIY satu rumpun, satu budaya

Pesan utamanya yakni, ojo lali karo jati diri. Maju boleh, tapi oyote ojo pedhot._

Untuk diketahui kegiatan yang dilakukan saat kunjungan seperti Ziarah dan Jamasan Pusaka, membersihkan pusaka leluhur di situs atau makam. Hal itu dimaknai dengan membersihkan hati seperti 1 Sura

Selanjutnya silaturahmi dengan Tokoh dan Warga, Sultan berbincang dengan Bupati, ulama, budayawan, serta denganUMKM tentunya berbincang terkait pelestarian budaya

Pada beberapa momentum Sultan biasanya menitipkan tiga (3) hal yakni, jujur, gotong royong, jaga budaya. Pesan tersebut sekan gayung bersambut dengan "Solo Bersih"

Jika diakitkan dengan Solo dan Astacita, Sragen - Solo - Jogja merupakan segitiga budaya Mataraman.

Kunjungan Sultan sama halnya mengingatkan kita, pemimpin harus "andhap asor", rakyat harus "tata tentrem".

Dari kunjungan itu kita diajak 3 hal yakni, 1. NGGURI-NGURI, Lestarikan batik, jamu, dolanan anak. Jangan sampai kalah dengan budaya asing 2. NGILMU, Belajar kejujuran dan kepemimpinan dari leluhur. Sultan HB X dikenal tegas anti korupsi. Kemudian yang ke 3. NGGAYUH, Gunakan budaya sebagai kekuatan ekonomi. Pariwisata budaya, UMKM batik Sragen bisa naik kelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....