FK UNS dan PERHATI-KL Solo Deteksi Dini Gangguan Tidur dan Pendengaran Anak

  • 20 Jul 2026 11:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (PERHATI-KL) Cabang Solo memperkuat deteksi dini kesehatan anak.

Sinergi ini diwujudkan melalui peluncuran model skrining terpadu bernama One Stop Multidisciplinary Pediatric Airway, Hearing and Development Screening (OSPAHS). Inovasi layanan kesehatan ini diperkenalkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri 1 Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Minggu, 19 Juli 2026.

Mengusung tema "Healthy Sleep, Healthy Hearing, Healthy Future", program OSPAHS mengintegrasikan pemeriksaan gangguan tidur, pendengaran, serta tumbuh kembang anak dalam satu kali kunjungan lewat pendekatan multidisiplin.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Leni Aprilia, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus gangguan tidur dan pendengaran pada anak yang terlambat terdeteksi. Akibatnya, kondisi tersebut kerap telanjur memengaruhi prestasi belajar dan kemampuan komunikasi anak.

"Melalui model OSPAHS, berbagai faktor risiko dapat dievaluasi secara komprehensif dalam satu kunjungan. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini, meningkatkan ketepatan rujukan, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih efektif bagi anak usia sekolah," kata Dr. Leni.

Dalam program ini, anak-anak menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari skrining risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) menggunakan Pediatric Sleep Questionnaire, pemeriksaan telinga dan pendengaran melalui otoskopi, Otoacoustic Emission (OAE), audiometri, dan Ling Six Sound Test.

Serta pemeriksaan hidung dan tonsil, penilaian status gizi dan tumbuh kembang, skrining neurologis dan perilaku, evaluasi sistem pernapasan, pemeriksaan kelainan kraniofasial, penilaian jalan napas, hingga evaluasi radiologi apabila diperlukan.

Ketua PERHATI-KL Cabang Solo sekaligus dosen FK UNS, Dr. dr. Hadi Sudrajat, menambahkan bahwa tim dokter spesialis THT-BKL juga memberikan tindakan aural toilet atau pembersihan telinga sesuai indikasi medis, serta konsultasi gratis bagi para siswa.

Sementara itu, dokter spesialis anestesi dari RSUD Dr. Moewardi, dr. Septian Adik Permana, Sp.An, mengingatkan para orang tua agar tidak menyepelekan kebiasaan anak yang mendengkur saat tidur. Menurutnya, mendengkur bisa menjadi gejala OSA yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

"Anak dengan OSA memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan jalan napas saat menjalani pembiusan dibandingkan anak tanpa OSA. Skrining sejak awal sangat penting agar tindakan medis berikutnya dapat direncanakan dengan aman dan tepat," ucap dr. Septian.

Program lintas disiplin ini melibatkan berbagai Program Studi FK UNS, mulai dari THT-BKL, Neurologi, Ilmu Kesehatan Anak, Pulmonologi, Radiologi, Anestesiologi, hingga Bedah Plastik. Ke depan, model OSPAHS diharapkan dapat menjadi acuan nasional dalam pengembangan layanan kesehatan sekolah yang lebih komprehensif di berbagai daerah. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....