Hadiri Solo Anggrek Festival 2026, Wamenhut Dorong Perlindungan Habitat Anggrek

  • 19 Jul 2026 19:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki mendorong penguatan perlindungan habitat anggrek dan pengembangan budidaya secara bertanggung jawab melalui momentum Solo Anggrek Festival 2026. Menurutnya, konservasi anggrek perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan yang berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Rohmat Marzuki saat membuka Solo Anggrek Festival 2026 di Loji Gandrung, Surakarta, Sabtu 18 Juli 2026. Ia mengatakan festival tersebut merupakan kolaborasi antara konservasi anggrek, edukasi, inovasi teknologi pertanian, pariwisata, budaya, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Kehadiran Festival Anggrek di Kota Surakarta ini merupakan kolaborasi, perpaduan antara konservasi atau pelestarian anggrek di hutan, edukasi, teknologi inovasi pertanian, pariwisata, budaya, dan yang terakhir peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi ini merupakan manfaat yang luar biasa dari anggrek," katanya.

Wamenhut menambahkan Kementerian Kehutanan berfokus menjaga anggrek yang berada di habitat alami. Sementara itu, masyarakat di kawasan penyangga hutan diberdayakan melalui pembibitan, reintroduksi anggrek ke habitat, serta pengembangan ekowisata.

"Kalau kami di kehutanan ngurusin yang di bagian hulu, di dalam hutan. Kemudian di daerah penyangga kawasan hutan itu ada masyarakat juga yang kita berdayakan, salah satunya dengan pembibitan anggrek, kemudian reintroduksi untuk memperkaya habitat dan pengembangan ekowisata," katanya.

Menurut Rohmat, konservasi tidak hanya berorientasi pada perlindungan flora dan fauna, tetapi juga mencakup aspek pemanfaatan secara lestari, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Karena itu, konservasi dan pemanfaatan anggrek tidak perlu dipertentangkan, melainkan dikolaborasikan.

"Konservasi itu adalah pelestarian, perlindungan, pengawetan flora dan fauna. Konservasi dan pemanfaatan tidak kita pertentangkan, tetapi bisa kita kolaborasikan," ucapnya.

Ia menyebut terdapat lima langkah yang perlu didorong melalui Solo Anggrek Festival, yakni memperkuat perlindungan habitat anggrek, memperluas budidaya dan persilangan secara bertanggung jawab, membangun ketelusuran dalam peredaran anggrek, meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat, serta menumbuhkan generasi baru pencinta flora Indonesia.

"Mari kita memperkuat perlindungan habitat anggrek. Kedua, memperluas budidaya dan perbanyakan persilangan anggrek yang bertanggung jawab. Ketiga, membangun ketelusuran dan kepatuhan dalam peredaran anggrek. Keempat, meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Kelima, terus menumbuhkan generasi baru pencinta flora di Indonesia," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Rohmat mengapresiasi penyelenggaraan Solo Anggrek Festival 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat jejaring komunitas anggrek, melahirkan inovasi, meningkatkan komitmen terhadap pelestarian anggrek di alam, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan ekologi secara seimbang. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....