Guru Berbusana Wayang Orang Sambut Siswa Baru di SMK Citra Medika Sragen
- 14 Jul 2026 10:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Pemandangan berbeda terlihat di SMK Citra Medika Sragen pada Senin 13 Juli 2026. Jika biasanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) identik dengan atribut berbahan kardus atau tugas-tugas yang menegangkan, sekolah ini justru memilih cara yang sarat akan nilai budaya dan edukasi lingkungan untuk menyambut siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027.
Sejak hari pertama, atmosfer budaya Jawa langsung terasa kental. Bukan mengenakan seragam dinas harian, para guru di sekolah kesehatan tersebut justru tampil totalitas mengenakan kostum tokoh pewayangan. Kehadiran para "tokoh pewayangan" di lingkungan sekolah ini tak pelak menarik perhatian dan mencairkan suasana tegang para peserta didik baru.
| Baca juga: Wujudkan Karakter Siswa Melalui MPLS |
Kepala SMK Citra Medika Sragen, Nano Priyanto, mengatakan konsep tersebut sengaja dipilih agar siswa tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya Jawa yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda. Menurutnya, tokoh pewayangan dipilih sebagai media pembelajaran karakter yang efektif.

Pada MPLS tahun ini, tokoh yang diangkat adalah Yudhistira sulung dari Pandawa yang dikenal memiliki sifat jujur, adil, bijaksana, dan bertanggung jawab.
"Kami ingin peserta didik mengenal tokoh-tokoh wayang sekaligus meneladani nilai-nilai luhur yang dimilikinya. Harapannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang jujur, adil, bijaksana, serta mampu menjadi pemimpin yang dipercaya masyarakat," ujar Nano saat ditemui di sela-sela kegiatan, Senin.
Tak berhenti pada pelestarian budaya lewat busana, nuansa berbeda juga tertuang dalam aktivitas para siswa. Seluruh peserta didik baru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti kegiatan edukasi lingkungan yang kreatif, yakni menyulap sampah plastik menjadi barang guna pakai.
Botol dan galon plastik bekas yang biasanya menumpuk tak berguna, disulap oleh tangan-tangan kreatif siswa menjadi pot tanaman yang cantik. Uniknya, pot daur ulang tersebut tidak diisi dengan tanaman hias biasa, melainkan jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Langkah ini sengaja diselaraskan dengan kompetensi keahlian yang ada di SMK Citra Medika Sragen, khususnya di bidang kesehatan dan farmasi.
Nano menjelaskan, pembelajaran praktis ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, sekaligus mengenalkan manfaat tanaman herbal yang nantinya akan menjadi makanan sehari-hari mereka di bangku sekolah.
"Siswa diajak memanfaatkan limbah plastik menjadi barang yang berguna, kemudian menanam tanaman obat agar mereka mengenal jenis, manfaat, hingga cara membudidayakannya. Ini selaras dengan karakter sekolah yang memiliki jurusan kesehatan dan farmasi," katanya.
Konsep MPLS yang interaktif dan ramah lingkungan ini rupanya membekas di hati para siswa. Dina Mellieyana, salah seorang peserta didik baru, mengaku sangat senang karena kegiatan yang ia ikuti jauh dari kesan membosankan seperti yang sempat ia bayangkan sebelumnya.
Menurut Dina, aktivitas membuat pot dari limbah plastik dan menanam tanaman obat bersama teman-teman barunya memberikan pengalaman baru yang seru, sekaligus membuka wawasan mereka mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar.
Sejak hari pertama, para siswa tampak kompak menyiapkan media tanam, mengisi pot hasil daur ulang dengan tanah, hingga menanam berbagai bibit tanaman obat dengan antusias.
Pihak sekolah menjadwalkan rangkaian kegiatan MPLS yang unik ini akan berlangsung hingga hari Jumat mendatang. Setelah fase pengenalan ini selesai, para peserta didik baru tidak langsung masuk ke kelas formal, melainkan akan mengikuti program penguatan karakter serta pendalaman kompetensi keahlian sesuai jurusan masing-masing.
Melalui terobosan MPLS kreatif ini, SMK Citra Medika Sragen berharap bisa meletakkan fondasi yang kuat bagi masa depan siswanya. Bukan sekadar menjadi ajang orientasi masuk sekolah, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas di bidang kesehatan, tetapi juga berkarakter luhur, cinta akan akar budaya bangsa, serta memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....