Gudang Arang Briket Batok Kelapa di Bukuran Sragen Terbakar, Kerugian 800 Juta

  • 07 Jul 2026 14:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Musibah kebakaran hebat melanda tempat usaha pembuatan arang batok dan briket kelapa di Dukuh Bukuran RT 11, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen pada Selasa 7 Juli 2026 dini hari. Kobaran api yang bersumber dari tungku pembakaran dengan cepat melahap bangunan beserta material bahan baku, mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp800.000.000.

Berdasarkan laporan resmi dari Camat Kalijambe, Supri Hariyanto, serta kronologi yang dihimpun pihak Polsek Kalijambe, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Pemilik gudang produksi, Ngatiyo (46), warga Dukuh Sendang RT 15, Desa Bukuran, diketahui meninggalkan lokasi beberapa jam sebelum api membesar.

Aktivitas produksi di gudang tersebut sejatinya telah berlangsung sejak Senin 6 Juli pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Memasuki malam hari, proses pembakaran arang batok kelapa masih terus berjalan di dalam industri rumahan tersebut. Sekitar pukul 20.00 WIB, Ngatiyo meninggalkan gudang dalam kondisi tungku pembakaran yang masih berproduksi aktif.

Guna memastikan keamanan, pemilik sempat kembali melakukan pengecekan langsung ke lokasi gudang pada pukul 00.00 WIB. Saat itu, situasi di dalam maupun di sekitar area pabrik briket terpantau aman dan kondusif. "Merasa tidak ada kejanggalan, Ngatiyo memutuskan pulang ke rumahnya untuk beristirahat," kata Camat Kalijambe Supriyanto, Selasa.

Namun nasib nahas tak dapat ditolak, sekitar pukul 00.30 WIB, seorang warga bernama Parjan (50) yang baru saja melintas di depan gudang setelah pulang menonton hiburan rakyat Dangdut Lorensa, dikejutkan oleh kobaran api yang membubung dari dalam bangunan. Parjan bergegas menghubungi pemilik gudang dan meneruskan informasi tersebut kepada Kepala Desa Bukuran, Heriyanto (46).

Mendengar kabar tersebut, Kades Heriyanto bersama Ngatiyo segera mendatangi lokasi dan mendapati api sudah telanjur membesar akibat membakar material batok kelapa yang kering dan mudah terbakar. Tanpa membuang waktu, pihak desa langsung berkoordinasi dengan Polsek Kalijambe, Koramil 18/Kalijambe, serta Unit Pemadam Kebakaran guna penanganan darurat.

Muspika Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen memantau upaya pemadaman api yang membakar gudang dan tempat usaha briket arang batok kelapa di Bukuran, Kalijambe, Selasa 7 Juli pagi. (Foto RRI/Muspika)

Kapolsek Kalijambe, AKP Joko Margo Utomo, mengatakan hasil investigasi awal menunjukkan bahwa kebakaran dipicu oleh percikan api yang bersumber dari tungku pembakaran utama. Percikan tersebut kemudian menyambar tumpukan batok kelapa kering yang berada di sekitar tungku.

"Kondisi material bahan baku yang sangat kering membuat api merembet dengan sangat cepat dan fluktuatif ke seluruh area bangunan gudang," kata Kapolsek.

Sembari menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran, warga sekitar bahu-membahu melokalisasi kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Mengingat material yang terbakar merupakan arang dan batok kelapa, intensitas panas yang dihasilkan sangat tinggi sehingga menyulitkan proses pemadaman manual.

Tak lama berselang, tim gabungan penjinak api pun tiba di lokasi untuk memadamkan si jago merah secara masif. Unsur-unsur yang terlibat langsung di lapangan meliputi tim Damkar Sragen Kepolisian dan relawan.

Pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (Nihil) dalam insiden dini hari ini, mengingat seluruh pekerja dan pemilik sudah tidak berada di dalam ruang produksi saat api berkobar.

Meski demikian, dampak kerugian materiil tergolong sangat besar. Seluruh struktur bangunan gudang beserta tumpukan bahan baku batok kelapa siap olah habis terbakar. Total kerugian riil yang diderita oleh korban selaku pemilik usaha, Ngatiyo, diestimasikan mencapai Rp800.000.000.

"Seluruh rangkaian evakuasi dan giat pemadaman oleh tim gabungan dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar."

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pelaku usaha industri rumahan yang menggunakan media tungku pemanas untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat meninggalkan area produksi dalam keadaan bara api masih terisi. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....