Nyamuk Aedes Aegypti Tetap Bertelur Meski Musim Hujan

  • 07 Jul 2026 10:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Berdasar data dari Dinas Kesehatan setempat, tren Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Wonogiri sempat mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 165 kasus dengan puluhan penyebaran titik wilayah dalam satu siklus pendataan. Wilayah endemis seperti Baturetno dan Pracimantoro hingga mencatatkan sebaran tertinggi di wilayah tersebut.

Untuk menekan angka penularan, seperti komentar pagi RRI Surakarta yang disampaikan editor rri.co.id Agus Yoga Selasa (7 Juli 2026) berharap, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggalakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak, yakni dengan menguras, menutup, dan mengubur (3M) barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Berbagai literatur menyebut, demam Berdarah Tidak Kenal Musim. Nyamuk Aedes aegypti tetap bertelur walau airnya sedikit dan tidak harus musim hujan

Bahkan angka kematian sempat melonjak di Baturetno menjadi wilayah paling banyak pernah terjadi 7 warga meninggal dan 109 kasus dengan 4 meninggal

Pada komentar tersebut disampaikan, bahwa Wonogiri rawan DBD setidak ada 3 (tiga) indicator diantaranya kepadatan penduduk tinggi berkiasr 1.072.582 jiwa. Rumah kurang pencahayaan matahari, serta jarak rumah berdekatan. Ketinggian 141 mdpl atau Meter Di atas Permukaan Laut cocok untuk nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Mengingat jangkauan terbang nyamuk 40-100 meter menjadimudah pindah.

Tak luputkata Agus Yoga ada faktor perilaku, dimana masih ada penumpukan sampah serta menggantung pakaian sembarangan. Malas rutin menguras bak mandi dan masih ada sebagian orang yang kurang Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Selain faktor perilaku manusia, perkembangan biakan nyamuk Aedes aegypti juga karena cuaca yang tidak menentu seperti panas-hujan berdampak daya tahan tubuh menurun. Dimana cuaca tersebut membuat nyamuk senangdan mudah berkembang biak.

Untuk diwaspadai gejala awal DBD, seperti demam tinggi hinnga 7 hari, sakit kepala berat, pegal linu atau nyeri sendi lemas dan mual muntah. Bahkan ada beberapa kasus DBD mengalami diare. Jika mengalami gejala seperti diatas sebaiknya langsung dibawa ke Puskesmas atau RS untuk cek darah.

Sebagai bentuk pencegahan berharap, optimalkan PSN - Proyek Strategis Nasional seperti Gerakan Bersama Rakyat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk, Jumantik: Pemantauan jentik berkala oleh warga. Gerakan sosialisasi yakni penyuluhan ke masyarakat soal pentingnya kebersihan lingkungan.

Serta gencarkan himbauan tetap menguras atau ganti air meski jarang hujan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....