PCNU Sragen Dukung Penuh Muktamar NU ke-35 Digelar di Ponpes Lirboyo Kediri
- 26 Jun 2026 23:00 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen secara resmi menyatakan dukungan penuh agar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, dipilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Dukungan resmi tersebut dituangkan dalam Surat Pernyataan bernomor 223/PC.01/A.II.07.99/1430/06/2026 yang ditandatangani oleh jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Sragen pada Rabu (24/6/2026), atau bertepatan dengan 08 Muharram 1448 H.
Ketua PCNU Kabupaten Sragen, Dr. KH. Sriyanto, M.Pd.I, menegaskan bahwa usulan untuk menempatkan Muktamar ke-35 di Ponpes Lirboyo didasarkan pada pertimbangan historis dan nilai strategis yang kuat. Menurutnya, momentum ini harus dijadikan ajang untuk mengembalikan marwah organisasi ke akar rumputnya.
"Alasannya ya kita kepingin mengembalikan roh daripada NU ini ke dunia pesantren. Seperti yang kita lakukan hari ini, seluruh kegiatan-kegiatan kita itu kan kembali ke pesantren semuanya," ujar KH. Sriyanto saat diwawancarai, Kamis 25 Juni 2026.
Selain alasan filosofis, faktor kapasitas dan fasilitas yang dimiliki oleh Ponpes Lirboyo dinilai menjadi yang paling siap untuk menyelenggarakan hajat akbar lima tahunan tersebut. "Dari pesantren yang paling memungkinkan untuk menampung sebesar acara Muktamar, ya pesantren yang paling representatif adalah Lirboyo," katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris PCNU Sragen, Haris Abdul Kholiq. Ia menilai Lirboyo adalah representasi konkret dari nilai keilmuan, moderasi, dan persatuan. "Kami optimis Pondok Pesantren Lirboyo mampu menghadirkan suasana muktamar yang khidmat, produktif, dan mencerminkan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama," ucap Haris.
Menanggapi adanya dinamika organisasi dan perbedaan sudut pandang terkait penentuan lokasi Muktamar di tingkat nasional, KH. Sriyanto menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam sebuah organisasi besar. Ia menegaskan bahwa PCNU Sragen akan tetap tegak lurus pada keputusan pusat.
"Secara keorganisasian kita tetap ikut sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat) terhadap garis komando organisasinya," kata dia.
Saat disinggung mengenai kemungkinan jika usulan lokasi dipindahkan ke daerah lain oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Sriyanto menyatakan pihaknya akan menghormati penuh keputusan tersebut.
"Sepanjang itu diputuskan dalam koridor organisasi, ya kita harus mengikuti. Karena apa pun itu adalah keputusan terbaik. Kita yang ada di cabang kan sifatnya hanya memberikan usulan, sedangkan penentu kebijakan inti untuk menentukan tempat ada di PBNU," katanya menjelaskan.
Ia juga meluruskan kabar mengenai isu dianulirnya usulan Ponpes Lirboyo. Menurutnya, hingga saat ini PBNU belum mengeluarkan keputusan final dan semua proses masih berjalan di dalam struktur kepengurusan.
Terkait bursa calon pemimpin yang diharapkan bakal menakhodai PBNU ke depan, PCNU Sragen memilih untuk tidak condong pada figur tertentu secara prematur. KH. Sriyanto menekankan bahwa kemaslahatan organisasi adalah prioritas utama.
"Siapa pun yang terpilih, itu adalah yang terbaik bagi NU nanti ke depan. Begitu," pungkasnya menyudahi wawancara.
Dokumen dukungan resmi dari PCNU Sragen ini kini telah ditembuskan kepada PBNU di Jakarta dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan strategis.
Surat pernyataan tersebut ditandatangani secara sah oleh empat pimpinan tertinggi PCNU Sragen KH. A. Riyadh Mushoffa, S.Ag (Rais) K. Miftahul Munir (Katib) Dr. KH. Sriyanto, M.Pd.I (Ketua) Haris Abdul Kholiq (Sekretaris). MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....