Hasil TKA Jadi Acuan SPMB, Disdikbud Boyolali Pastikan Proses Berjalan Lancar

  • 12 Jun 2026 22:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Boyolali tahun 2026 memanfaatkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen utama dalam seleksi jalur prestasi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menyebut hasil TKA tahun ini telah keluar seluruhnya, baik untuk jenjang SD maupun SMP.

Ditemui dikantornya pada Rabu, 10 Juni 2026, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan capaian hasil TKA menunjukkan posisi Boyolali berada di peringkat 10 tingkat SMP dan peringkat 14 tingkat SD dari 35 Kabupaten Kota di Jawa Tengah.

"Tingkat SMP, Boyolali masuk di peringkat ke-10 dari 35 Kabupaten. Kemudian untuk tingkat SD peringkat 14 dari 35 Kabupaten. Untuk yang SMP jumlah peserta yang mengikuti TKA ada 11.128 peserta," kata Dwi Hari Kuncoro.

Dwi Hari Kuncoro juga menjelaskan, nilai rata-rata TKA tingkat SMP di Boyolali untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 69,61 dan Matematika 44,56, dengan rata-rata gabungan 57,09. Sementara pada jenjang SD, rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 67,6 dan Matematika 49,52 dengan nilai rata-rata total 58,56.

Hasil TKA memiliki peran penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, khususnya pada jalur prestasi. Untuk lulusan SD yang mendaftar ke SMP, serta untuk lulusan SMP yang melanjutkan ke jenjang SMA.

"Nilai TKA di tingkat SD yang masuk SMP digunakan dengan komposisi 75 persen nilai TKA dan 25 persen nilai rapor, khusus jalur prestasi. Sedangkan untuk SMP ke SMA, nilai TKA diberikan bobot 50 persen dan nilai rapor 50 persen," katanya menambahkan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali juga terus memastikan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini berlangsung lancar meskipun merupakan kali pertama diterapkan secara luas. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima keluhan berarti dari masyarakat terkait penggunaan nilai TKA dalam proses penerimaan murid baru.

Sementara itu, proses SPMB jenjang SMP di Boyolali masih berjalan untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Adapun jalur domisili dijadwalkan baru akan dibuka pada 17-21 Juni 2026 mendatang, sehingga siswa yang belum diterima pada jalur sebelumnya masih memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali juga memastikan proses penerimaan peserta didik baru, berjalan secara transparan dan tidak memberi ruang bagi praktik titip-menitip. Karena seluruh proses seleksi dapat dipantau secara terbuka melalui sistem yang telah ditetapkan. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....