Pemkot Solo Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah Lewat Program GEMAS

  • 01 Jun 2026 13:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta menggelar Gerakan Cinta Sejarah Masuk Sekolah (GEMAS) di SMP Warga Surakarta, Jumat 29 Mei 2026. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman sejarah lokal dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Solo kepada generasi muda.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan Kota Solo memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda. Menurutnya, seluruh siswa di Kota Surakarta perlu memahami dan menjaga warisan budaya agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

“Semua siswa yang ada di Kota Surakarta ini harus terus melestarikan budaya yang ada di Jawa ini, khususnya budaya Solo agar tidak semakin terkikis dengan adanya kemajuan zaman,” katanya.

Ia menjelaskan program GEMAS diharapkan menjadi sarana edukasi yang mampu memberikan motivasi, inspirasi, dan inovasi bagi pelajar. Sejarah dinilai penting untuk membentuk identitas, karakter, dan jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

Astrid menambahkan pembelajaran sejarah saat ini tidak bisa hanya mengandalkan buku teks. Menurutnya, materi sejarah perlu dikemas lebih menarik melalui berbagai platform digital yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Pembelajaran sejarah sekarang tidak boleh hanya dari sisi textbook saja, tetapi harus dikemas secara menarik melalui multiplatform,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sejarah dan Pelestarian Cagar Budaya Disbudpar Kota Surakarta, Sutrisno, mengatakan program GEMAS dilatarbelakangi upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian sejarah. Pada 2026, program tersebut menyasar siswa tingkat SMP di Kota Surakarta.

“Dari 73 SMP, kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan menunjuk 20 sekolah, terdiri dari tujuh SMP swasta dan 13 SMP negeri,” katanya.

Ia menjelaskan GEMAS bertujuan memberikan pemahaman, edukasi, dan pengenalan sejarah lokal Kota Surakarta kepada generasi muda. Program tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa agar tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri.

“Jangan sampai kita tahu sejarah internasional tetapi tidak tahu sejarah lokalnya sendiri,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, kegiatan GEMAS di SMP Warga merupakan sekolah kedelapan yang dikunjungi tahun ini. Program tersebut juga melibatkan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai narasumber untuk memberikan materi sejarah kepada para siswa.

Sutrisno menambahkan seluruh kegiatan GEMAS akan dipublikasikan melalui media sekolah dan kanal digital Disbudpar. Langkah tersebut dilakukan agar materi sejarah yang disampaikan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....