Hari Jamu Nasional 2026 di Sukoharjo, Diwarnai Festival Jamu Nusantara

  • 30 Mei 2026 22:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Pemkab Sukoharjo menggelar Festival Jamu Nusantara tahun 2026 di Syariah Hotel Lor Inn Solo, Sabtu 30 Mei 2026.

Festival dalam rangka Hari Jamu Nasional ke 18 menjadi momentum bagi pelaku industri jamu untuk memperkuat inovasi dan pengembangan produk di era modern.

Sekda Sukoharjo Abdul Haris Widodo yang hadir mewakili Bupati Etik Suryani dalam sambutannya mengatakan, nantinya transformasi industri jamu tersebut diarahkan untuk menyasar generasi muda sekaligus menjaga eksistensi jamu sebagai warisan budaya leluhur.

“Transformasi produk jamu perlu dilakukan melalui kombinasi riset ilmiah, kemasan modern, serta pengembangan varian rasa kekinian,” ujar dia.

Menurutnya inovasi dan pengembangan produk jamu menjadi upaya strategis memperkuat industri jamu di era serba digital.

“Hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni,”katanya.

Sekda Sukoharjo Abdul Haris Widodo juga menjelaskan budaya minum jamu kini berkembang menjadi gaya hidup sehat atau lifestyle di era modern. Budaya minum jamu bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO pada akhir 2023.

“Salah satu langkah yang dilakukan yakni menginisiasi gerakan minum jamu serentak bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab Sukoharjo setiap hari Jumat,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Pemkab Sukoharjo, Sumarno saat memberikan sambutan

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Pemkab Sukoharjo, Sumarno, mengatakan sebagian besar hotel di Sukoharjo kini menyediakan jamu sebagai welcome drink bagi tamu.

“Kami berharap standardisasi welcome drink berbasis jamu ini tidak hanya berhenti di Syariah Hotel Solo, melainkan dapat direplikasi oleh seluruh manajemen hotel di wilayah Sukoharjo, hingga skala nasional,” ujar Sumarno.

Menurut dia, langkah itu dilakukan dalam upaya menjaga dan melestarikan jamu sebagai warisan leluhur yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Berdasarkan data, Kabupaten Sukoharjo saat ini memiliki basis produksi yang kuat dengan total sekitar 2.513 pelaku UMKM jamu.

Sektor ini mencakup profesi penjual jamu gendong, pedagang keliling, warung jamu, usaha penggilingan, hingga industri rumahan produsen jamu instan modern. (Edwi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....