PPMI Assalaam Tebar Hewan Kurban hingga Pelosok Desa di Pacitan dan Soloraya
- 27 Mei 2026 18:50 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Kartasuro menebar hewan kurban di pelosok Pacitan dan wilayah Solo Raya pada momentum Idul Adha 1447 H, Rabu 27 Mei 2026.
Hal itu merupakan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan daging qurban sehingga asas manfaat dan keberkahan ibadah korban bisa dirasakan semua umat.
Sekretaris PPMI Assalaam Kartasuro Dr. H. Arkanudin Budiyanto, S.T., M.I.Kom, menjelaskan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah sudah berlangsung.
"Pada momentum Idul Adha tahu ini. Dimulai dengan takbir bersama seluruh santri pada tanggal 9 Zulhijah, bertepatan dengan puasa Arafah," ujar dia.
Malam harinya, menurut dia berlangsung takbir dan pada pagi harinya salat Idul Adha di lapangan Assalam yang dihadiri oleh sekitar 5.000 jamaah, termasuk santri, keluarga PPMI dan masyarakat sekitar.
"Khotib pada acara tersebut adalah Profesor Doktor Suwadi, alumni PT MI Assalam dan guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta," kata dia.
Setelah pelaksanaan salat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.

"Pada tahun ini, PPMI Assalaam menyembelih 25 ekor sapi dan 53 kambing sebagai bagian dari ibadah qurban. Namun, kegiatan ini tidak hanya berhenti di situ, PPMI juga melakukan distribusi hewan kurban ke berbagai daerah, termasuk 6 ekor sapi ke Gunung Kidul, 2 ekor sapi ke Kabupaten Pacitan, serta 4 kambing ke lereng Gunung Lawu," kata dia.
Sedangkan penentuan daerah untuk distribusi dilakukan berdasarkan kajian dari panitia tentang kebutuhan masyarakat.
“Penting untuk diketahui bahwa distribusi hewan kurban ini dilakukan murni dari kesadaran, keikhlasan, dan iuran masyarakat serta keluarga besar PPMI, " ujannya.
Sebab kata dia, tanpa adanya dukungan lainya murni usaha mandiri dan prioritas penyaluran diberikan kepada daerah-daerah yang dalam kondisi ekonomi kurang baik dan membutuhkan dukungan lebih, seperti daerah di lereng Gunung Lawu, yang dikenal dengan kekurangan akses terhadap sumber daya.
"Dengan banyaknya masyarakat baru mualaf di daerah tersebut, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif.,” tegasnya.

Secara keseluruhan, kegiatan PPMI dalam rangka perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi momen spiritual bagi santri dan masyarakat, tetapi juga sebagai upaya untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah-daerah yang rutin menjadi binaan PPMI seperti Pacitan dan Boyolali.
"Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat tali silaturahmi antar komunitas," katanya.
Sekretaris PPMI Assalaam Dr. Arkanudin Budiyanto juga menambahkan seperti halnya pada Idul Adha tahun lalu semua prosesi penyembelihan hewan kurban juga melibatkan para santri.
“Bagi pesantren Assalaam berkurban bukan hanya sekedar Ibadah namun moment pendidikan karakter untuk santri-santri kami. Jadi Santri kami tidak hanya melihat saja namun berperan aktif dalam proses penyembelihan, pemotongan hingga pendistribusian daging kurban," ujar dia.
Menurut dia, Pesantren Assalaam berkomitment memberikan pendidikan yang seimbang spiritual, intelektual, moral dan keterampilan.
"Kami berharap santri Pesantren Assalaam menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam," pungkasnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....