Persis Solo Degradasi ke Liga 2, Ginda Siap Evaluasi Total dan Tanggung Jawab

  • 25 Mei 2026 18:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pil pahit harus ditelan oleh publik sepak bola Kota Bengawan setelah klub kebanggaan mereka, Persis Solo, dipastikan turun kasta ke kompetisi Liga 2 untuk musim depan. Kepastian ini didapat setelah seluruh rangkaian pertandingan pekan pamungkas kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air resmi berakhir.

Pada laga terakhirnya, skuad Laskar Sambernyawa sebenarnya tampil menawan dengan memetik kemenangan telak 3-1 atas Persita Tangerang di Stadion Manahan. Namun, kemenangan tersebut menjadi sia-sia karena di saat yang bersamaan, Madura United juga berhasil mengamankan poin penuh setelah mengalahkan PSM Makassar.

Hasil pertandingan tersebut membuat Persis Solo finis dengan mengoleksi total 34 poin di akhir musim. Jumlah poin yang diraih Persis ini sebenarnya sama persis dengan torehan angka dari tim PSM Makassar, namun Laskar Sambernyawa terpaksa menempati zona merah karena kalah dalam catatan agregat pertemuan head-to-head dengan tim Juku Eja.

Menyikapi keterpurukan ini, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para suporter. Pihak manajemen menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat Solo ini.

"Yang jelaskan pertama seperti di hili saya minta maaf dulu, ya toh. Jangan menyesal tidak dapat menjalankan amanah yang diberikan selain sebagai direktur. Kita akan bertanggung jawab, kita akan ketemu, kita akan sampaikan apa yang kita bisa sampaikan terjelas-jelasnya," ujar Ginda Ferachtriawan, Minggu, 24 Mei 2026.

Sebagai langkah awal pertanggungjawaban, manajemen PT PSS telah resmi membubarkan komposisi tim Liga 1 musim ini. Pihaknya berjanji akan segera menghadap jajaran komisaris serta pemilik saham utama klub, termasuk Kaesang Pangarep, guna menyerahkan laporan evaluasi menyeluruh untuk melakukan restrukturisasi organisasi.

"Dari kami ya perubahan-perubahan yang harus diperbaiki restorasi mulai dari internal, kantor, staff, pelatih, pemain ya akan kita evaluasi semuanya. Belakang itu hanya cambukan untuk meraih kebaikan yang apa? Yang lebih baik," pungkas Ginda Ferachtriawan. (Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....