Rayakan HUT Ke-10, KOBARET PSHT Solo Raya Tegaskan Komitmen Persaudaraan

  • 24 Mei 2026 15:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari Komando Barisan Terate (KOBARET) Solo Raya menggelar tasyakuran akbar di De Tjolomadoe Heritage, Tasikmadu, Karanganyar, pada Minggu 24 Mei 2026. Dalam forum tersebut, seluruh anggota memperkuat ikatan persaudaraan dan meneguhkan sikap untuk tetap solid serta tidak mudah terpecah oleh berbagai isu provokatif yang berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan yang menandai perjalanan satu dekade pengabdian itu, dihadiri oleh sekitar 500 anggota PSHT yang tergabung dalam KOBARET dari seluruh wilayah Solo Raya. Perayaan satu dekade ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam menjaga solidaritas sejak berdiri pada 13 Mei 2016.

Sesepuh KOBARET Solo Raya, Sriyanto, menekankan pentingnya menjaga nilai luhur organisasi di tengah berbagai tantangan zaman. Ia menegaskan seluruh anggota harus tetap berpegang teguh pada ajaran PSHT yang mengedepankan persaudaraan tulus tanpa pamrih.

“Pesan kami tetap konsisten menjaga persaudaraan. Kami berjalan sesuai ajaran PSHT, yakni persaudaraan tulus tanpa pamrih dan selalu mengedepankan kebersamaan,” ujar Sriyanto.

Sriyanto menambahkan dalam sepuluh tahun perjalanannya, KOBARET telah berhasil membuktikan loyalitas dan soliditas yang tak tergoyahkan meski sempat menghadapi berbagai rintangan.

“Sepuluh tahun ini adalah bukti nyata loyalitas dan konsistensi kita. Jangan sampai apa yang sudah kita bangun dengan susah payah ini dirusak oleh kepentingan sesaat yang memecah belah,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Penasehat KOBARET, BRM Kusumo Putro, menambahkan selama sepuluh tahun berdiri, organisasi ini telah menempatkan kegiatan sosial sebagai agenda utama pengabdian kepada masyarakat. KOBARET secara rutin menggelar bakti sosial, memberikan pendampingan hukum, serta menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Aksi bakti sosial pembagian bantuan sembako kepada warga kurang mampu yang digelar keluarga besar KOBARET dalam rangka perayaan HUT ke-10 KOBARET PSHT Soloraya (foto: Dok/Istimewa)

Kusumo juga memberikan imbauan tegas agar seluruh anggota keluarga besar PSHT tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu perpecahan. Ia mengajak setiap individu untuk tetap bijak dalam bertindak dan menempatkan persaudaraan sebagai fondasi utama di atas segala kepentingan.

“Kami sudah khatam dengan berbagai upaya provokasi. Jangan sampai terjerumus persoalan hukum karena isu-isu yang tidak benar. Kalau benar kita lawan, kalau salah jangan malu meminta maaf,” ujar Kusumo.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Ke-10 KOBARET, Jarot Wahyono, menjelaskan peringatan ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap sesama. Selain pengajian akbar, pihaknya juga menggandeng Baznas untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Momentum ini sekaligus sebagai penguat barisan internal agar warga PSHT tetap solid, tidak mudah terpecah isu, dan terus menempatkan persaudaraan sebagai prinsip utama di atas segala kepentingan,” ujar Jarot.

Kedepannya, organisasi diharapkan dapat terus memperluas jalinan persaudaraan dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi lain di wilayah Solo Raya. Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa KOBARET akan tetap konsisten di jalur ajaran PSHT yang humanis dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....