Wawali Surakarta Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Literasi

  • 26 Mei 2026 21:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membagikan pengalaman dan motivasi membangun budaya literasi dalam talkshow Festival Literasi Nasional 2026 yang digelar Nyalanesia di Emerald Ballroom Paragon Hotel Solo, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari siswa, guru, kepala sekolah, pegiat literasi, dan pemerhati pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana talkshow berlangsung interaktif saat Astrid membagikan pengalaman menulis hingga melahirkan buku berjudul The Untold Story Astrid Widayani.

Dalam paparannya, Astrid menegaskan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca tulisan, tetapi bagaimana seseorang mampu memahami informasi, berpikir kritis, lalu menuangkannya kembali menjadi sebuah gagasan maupun karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Astrid.

Ia menjelaskan kemampuan menulis tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari kebiasaan membaca, keberanian mencoba, dan konsistensi belajar. Astrid juga mengajak pelajar untuk tidak takut mulai menulis dari pengalaman sederhana sehari-hari.

“Menulis itu soal keberanian memulai. Tidak perlu menunggu sempurna. Tulis saja dulu apa yang ada dalam pikiran dan pengalaman kita,” katanya.

Astrid turut membagikan sejumlah tips agar lebih giat menulis, di antaranya membiasakan membaca setiap hari dan memiliki catatan harian untuk melatih kemampuan menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

“Kalau ingin menjadi penulis, maka harus akrab dengan buku dan tulisan. Luangkan waktu membaca setiap hari walaupun hanya beberapa halaman,” ujarnya.

Selain itu, Astrid menekankan pentingnya disiplin dalam menulis. Ia mengaku harus meluangkan waktu khusus di tengah kesibukan sebagai pejabat publik saat menyusun buku The Untold Story Astrid Widayani.

Menurutnya, setiap orang memiliki cerita hidup yang dapat menjadi inspirasi apabila ditulis dengan baik. Karena itu, ia mendorong generasi muda agar berani berkarya melalui tulisan maupun konten kreatif yang edukatif.

Astrid juga mengajak guru dan kepala sekolah menjadi penggerak budaya literasi di lingkungan pendidikan. Ia berharap sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memberi ruang kreativitas bagi siswa untuk membaca, berdiskusi, dan menulis.

Festival Literasi Nasional 2026 menghadirkan berbagai agenda seperti talkshow inspiratif, diskusi pendidikan, pameran karya literasi, dan sesi motivasi bagi pelajar serta tenaga pendidik. Pemerintah Kota Surakarta berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya membaca dan menulis di masyarakat. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....