Tingkatkan Daya Tarik, Komisi VII DPR RI Minta Prambanan Berinovasi
- 22 Mei 2026 22:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, mendorong manajemen pengelola Candi Prambanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung. Langkah ini dinilai penting agar wisatawan tidak hanya berkunjung sekali, melainkan tertarik untuk datang kembali.
Hal tersebut disampaikan Chusnunia di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI dalam rangka serap aspirasi di Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan, Klaten, Jumat 22 Mei 2026.
Menurut Chusnunia, pengelola perlu menghadirkan inovasi dan aktivitas pendukung yang beragam agar wisatawan mendapatkan pengalaman baru yang berkesan, bukan sekadar melihat bangunan candi.
"Bagaimana Prambanan bisa membuat pengunjungnya tidak hanya datang sekali, tetapi bisa datang lagi. Harus disediakan pengalaman yang bagus dan mengesankan, tidak hanya datang melihat candi. Kalau secara umum ke sini hanya melihat candi saja, ya bisa bosan," ujar legislator Partai Kebangkitan Bangsa PKB itu kepada wartawan.
Selain inovasi aktivitas, politisi yang akrab disapa Nunik ini juga menyoroti lemahnya konektivitas penerbangan internasional yang menghubungkan Prambanan dengan negara-negara yang memiliki kedekatan historis.
"Tadi muncul isu konektivitas. Beberapa wisatawan yang memiliki latar belakang sejarah dan ketertarikan ke sini justru minim akses. Contohnya dari Bangkok, padahal ada keterkaitan historis antara Borobudur, Prambanan, dan Bangkok. Begitu juga dari India, Tiongkok, bahkan Singapura yang hanya ada satu penerbangan. Konektivitas kita masih kurang," katanya menjelaskan.
Tidak hanya sektor pariwisata, Komisi VII juga menyoroti sektor UMKM di kawasan Candi Prambanan yang dinilai belum memiliki produk kerajinan atau kuliner khas (*signature product*) yang kuat sebagai daya tarik oleh-oleh.
Merespons masukan tersebut, Direktur Utama Injourney Destination Management (PT Taman Wisata Candi), Intan Febrina, mengakui bahwa saat ini Candi Prambanan memang belum memiliki produk atau merek dagang asli yang wajib dibeli oleh wisatawan. Pengadaan produk khas tersebut kini menjadi fokus utama manajemen.
"Itu menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Kami harus membuat sebuah brand yang hanya ada di Prambanan, bahkan produk makanan yang memang khas dan hanya bisa ditemukan di sini," kata Intan.
Sebagai langkah nyata untuk menciptakan kesan mendalam bagi wisatawan, pihak TWC dalam waktu dekat akan melakukan penataan ulang dan revitalisasi di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan museum dan pasar seni di dalam kompleks Candi Prambanan. Adam Sutanto
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....