Sidokkes Polres Wonogiri Pastikan Menu SPPG Bebas Zat Berbahaya
- 20 Mei 2026 13:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Wonogiri memastikan seluruh makanan di dua lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aman dikonsumsi masyarakat setelah lolos uji food safety, Rabu 20 Mei 2026.
Pemeriksaan dilakukan di SPPG Eromoko dan SPPG Pracimantoro mulai pukul 06.00 WIB dipimpin Kasidokkes Polres Wonogiri Penda Sulistyowati bersama personel Sidokkes.
Petugas memeriksa seluruh menu makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat. Di SPPG Eromoko, menu yang diuji terdiri dari nasi putih, pakcoy saus tiram, tahu bacem, bandeng goreng dan puding semangka. Sedangkan di SPPG Pracimantoro meliputi nasi putih, tumis labu siam, tahu bacem, bandeng goreng dan puding semangka.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode organoleptik, fisik dan kimia untuk memastikan makanan memenuhi standar keamanan pangan.
Hasilnya, seluruh makanan dinyatakan layak saji dan aman dikonsumsi. Dari uji kimia, menu makanan dipastikan negatif kandungan berbahaya seperti arsenik, sianida, formaldehid dan nitrit.
Selain itu, hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bentuk makanan normal, warna baik, aroma khas dan rasa sesuai. Uji organoleptik juga menyatakan seluruh menu dalam kondisi baik.
Tak hanya memastikan keamanan pangan, Sidokkes Polres Wonogiri turut mengecek kandungan gizi makanan. Di SPPG Eromoko, total kandungan makanan mencapai 660 kalori dengan protein 31,1 gram, lemak 20,4 gram, karbohidrat 96,5 gram dan serat 6,1 gram.
Sementara di SPPG Pracimantoro, kandungan makanan mencapai 744 kalori dengan protein 24,1 gram, lemak 25,5 gram, karbohidrat 115,5 gram dan serat 2,5 gram.
Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan pengawasan dilakukan sebagai upaya memastikan makanan yang diterima masyarakat benar-benar aman dan sehat.
“Polres Wonogiri melalui Sidokkes terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan makanan guna memastikan makanan yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat dan layak konsumsi,” ujarnya.
Menurutnya, langkah preventif tersebut penting untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengawasan food safety seperti ini,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan rutin diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kualitas makanan sebelum didistribusikan. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....