Art Educare #16 UNS Suguhkan 112 Karya Seni di Solo
- 17 Mei 2026 18:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar pameran seni rupa internasional bertajuk Art Educare (AEC) #16.
Eksibisi bergengsi ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 19 Mei 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. Mengusung tema "Beyond the Surface", pameran ini menyuguhkan total 112 karya seni lintas generasi yang dapat dinikmati publik secara gratis mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
Berbeda dengan pameran seni konvensional, AEC #16 kali ini lebih didominasi oleh karya-karya seni partisipatoris, kolaboratif, dan instalasi yang melibatkan banyak pihak.
Berdasarkan data panitia, pameran menampilkan 3 karya dari luar negeri dan 109 karya dalam negeri. Rentang usia peserta pameran pun sangat unik, yakni mulai dari perupa cilik berusia 6 tahun hingga seniman senior berumur di atas 60 tahun.
Ketua Umum Art Edu Care #16, Figur Rahman Fuad, menjelaskan esensi pameran ini adalah melatih kebiasaan berkomunikasi langsung melalui media seni rupa.
Seni tidak hanya diposisikan sebagai benda mati yang dipajang, melainkan sebuah medium pembelajaran untuk saling mengenal dan membangun relasi sosial. Melalui pameran responsif ini, pengunjung diajak aktif berinteraksi dan memberikan respons langsung terhadap karya yang tersaji.
"Format yang disajikan di Art Edu Care itu biasanya adalah karya-karya seni partisipatoris yang dibuat atas dasar kolaborasi dan melibatkan orang lain. Konsepnya supaya peristiwa seni itu tidak hanya jadi benda, melainkan menimbulkan peristiwa berkomunikasi, berelasi, saling mengenal, dan saling memberi kritik," ujar Figur Rahman Fuad saat ditemui rri.co.id, di lokasi pameran, Jumat, 15 Mei 2026.
Kolaborasi dalam pameran internasional ini melibatkan berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia seperti UNJ, UPI, ISI Solo, UNY, hingga UNM.
Tidak ketinggalan, institusi luar negeri seperti Universiti Malaysia Sabah serta komunitas pemberdayaan seni seperti Taring Padi dan Studio Eko Nugroho turut berpartisipasi.
Panitia juga menyediakan tiket khusus bagi pengunjung untuk memilih karya favorit mereka sebagai bentuk apresiasi langsung.
Sementara itu, Dekan FKIP UNS, Imam Sujadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi program studi seni rupa dalam menyelenggarakan agenda tahunan ini.
Ia menilai pameran ini sangat menarik karena mampu memperlihatkan peta perkembangan proses berpikir manusia melalui seni dari berbagai tingkat usia sekolah hingga profesional. Seni rupa kini bertransformasi menjadi sarana edukasi masyarakat yang sarat akan makna dan refleksi sosial.
"Kita akan melihat sebenarnya bagaimana potensi mereka bahwa seni rupa bukan hanya produk yang akan dilihat, tapi lebih cenderung pada bagaimana peningkatan proses berpikir mereka terhadap fenomena yang ada itu. Yang diharapkan adalah perenungan untuk tindak lanjut ke depan terkait dengan apa yang dia berikan kepada masyarakat," kata Imam Sujadi. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....