Maknai Kenaikan Yesus Kristus, Umat Kristiani Solo Refleksikan Janji Kehidupan

  • 13 Mei 2026 15:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus yang diperingati umat Kristiani di Kota Surakarta menjadi momentum penting untuk merenungkan penggenapan karya keselamatan Allah. Peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Paskah ini dipandang bukan sebagai akhir, melainkan sebuah awal baru bagi iman umat manusia.

Penyuluh Agama Katolik Kota Surakarta, Fransisca Putri Andita, menjelaskan bahwa kenaikan Yesus memiliki makna yang sangat mendalam dalam tradisi liturgi Gereja. Menurutnya, peristiwa ini adalah bukti nyata bahwa tugas Yesus sebagai manusia untuk menebus dosa telah paripurna, namun misi-Nya berlanjut untuk mempersiapkan masa depan umat-Nya.

"Kita memaknai kenaikan Yesus ke surga ini bukan hanya sekedar tugasnya selesai, tidak. Tapi Yesus itu mempersiapkan tempat bagi kita manusia di surga sana. Jadi mempersiapkan tempat agar apabila misal kita meninggal, kita berpulang kepada Tuhan, kita sudah mempunyai tempat kita masing-masing di surga," ujar Fransisca saat dihubungi RRI, Rabu, 13Mei 2026.

Lebih lanjut, Fransisca menekankan bahwa kenaikan ini juga menjadi syarat turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta mendatang. Tanpa peristiwa kenaikan, pendampingan Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan rahmat bagi kehidupan sehari-hari umat tidak akan terpenuhi sesuai janji-Nya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Majelis GKJ Danukusuman, Pendeta Uri Christian Sakti Labeti, memandang peristiwa ini sebagai simbol kemandirian bagi jemaat. Ia menekankan bahwa setelah Yesus naik ke surga, umat diberi kepercayaan untuk mengekspresikan iman mereka melalui karya nyata di dunia.

"Intinya kan kalau kenaikan Yesus itu soal kemandirian, intinya di situ. Sehingga seperti anak yang diberi kesempatan orang tua untuk mengekspresikan diri. Kita juga mengekspresikan melalui karya baik karya untuk alam maupun karya untuk sosial," kata Pendeta Uri.

Melalui refleksi ini, diharapkan umat Kristiani di Surakarta tidak hanya memiliki harapan akan kehidupan setelah kematian, tetapi juga memiliki semangat untuk terus menebar kebaikan dan menjadi saksi kasih Kristus dalam kehidupan bermasyarakat. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....