Solo Jadi Tuan Rumah Pokdarwis Jateng, Respati: Wisata dari Akar Rumput

  • 10 Mei 2026 12:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sebanyak 200 peserta dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah berkumpul di Kota Solo untuk mengikuti rangkaian Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 9-10 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi penggiat pariwisata dalam mengelola potensi daerah masing-masing secara berkelanjutan. Rangkaian acara yang digelar meliputi diskusi pariwisata, heritage tour, hingga puncaknya yakni Kirab Budaya Pokdarwis.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memajukan industri pariwisata di tingkat lokal. Menurutnya, kesuksesan pariwisata sebuah kota tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi justru bertumpu pada kesiapan masyarakat di tingkat bawah.

Kehadiran delegasi se-Jawa Tengah ini diharapkan menjadi momentum bagi Solo untuk membuktikan kematangan pariwisata berbasis komunitas.

"Harapannya ini memberikan masukan ke pemerintah pusat, agar memperhatikan kelompok sadar wisata di seluruh Indonesia. Potensi wisata Solo itu harus mantap dari bawah atau akar rumput," ujar Respati Ardi, Minggu, 10 Mei 2026.

Selain menjadi ajang diskusi, forum ini juga berfungsi sebagai sarana promosi langsung bagi destinasi wisata unggulan di Kota Bengawan.

Dengan melibatkan Pokdarwis di setiap kelurahan, Solo ingin menunjukkan setiap sudut kota memiliki nilai sejarah dan budaya yang layak dijual. Hal ini diharapkan mampu menarik minat lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Panitia kegiatan, Candrawati, mengungkapkan Solo mendapatkan giliran sebagai tuan rumah untuk agenda rutin tiga bulanan ini. Konsep acara kali ini sengaja dirancang menonjolkan nuansa perkotaan yang tetap kental dengan adat tradisi melalui parade baju adat.

Keterlibatan peserta dari seluruh Jawa Tengah menjadi bukti kuatnya solidaritas antar penggiat wisata di wilayah ini.

"Konsepnya dibikin kirab budaya pakai baju adat karena kita di kota tidak punya desa seperti daerah lain. Ini menunjukkan bahwa pariwisata Solo harus terus diperkenalkan ke forum Jawa Tengah," kata Candrawati.

Melalui sinergi antara pemerintah dan Pokdarwis, diharapkan sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Selain kirab, kegiatan ini juga menggandeng belasan pelaku UMKM lokal untuk memamerkan produk unggulannya kepada tamu undangan.

Strategi ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal di sekitar lokasi kegiatan. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....