Piala Wali Kota Surakarta 2026: Ajang Resmi Kejurkot Jaring 107 Atlet Muda
- 06 Mei 2026 19:13 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Final kejuaraan bulu tangkis bergengsi memperebutkan Piala Wali Kota Surakarta resmi mencapai puncaknya pada Rabu, 6 Mei 2026 di GOR FKOR UNS.
Ajang ini merupakan agenda resmi Kejuaraan Kota (Kejurkot) yang diselenggarakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Surakarta untuk mengukur prestasi atlet binaan lokal.
Melalui turnamen ini, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen menjadikan kejuaraan ini sebagai agenda rutin tahunan untuk menjaga iklim kompetisi yang sehat.
Ketua Panitia kegiatan, Susanto, menjelaskan Piala Wali Kota tahun ini diikuti oleh 107 peserta yang berasal dari 14 klub bulu tangkis resmi di Kota Bengawan.
Kompetisi ini berlangsung sangat ketat karena menjadi ajang pertaruhan nama baik klub-klub besar di Solo dalam sembilan kategori yang dipertandingkan.
Panitia menegaskan status kejuaraan ini bersifat eksklusif bagi warga dan klub lokal Surakarta guna memastikan pembinaan daerah berjalan optimal.
"Ini adalah agenda rutin sebenarnya, cuman kita kasih title Piala Wali Kota karena ini akan kita rutinkan dengan adanya Piala Bergilir dari Mas Wali," ujar Susanto saat ditemui rri.co.id, di sela pertandingan.
Kelompok umur yang berpartisipasi dalam ajang ini bervariasi, mulai dari kategori paling kecil yakni usia dini hingga kategori remaja atau setingkat SMP.
Pembatasan peserta hanya bagi warga lokal dilakukan agar atlet dari daerah lain seperti Sukoharjo atau Klaten tidak mendominasi, sehingga potensi asli atlet Solo dapat terlihat jelas.
Dari kejuaraan ini, PBSI akan menyusun peringkat atau ranking kota yang menjadi acuan untuk pembinaan ke tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Umum PBSI Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menekankan motivasi utama penyelenggaraan Piala Wali Kota yakni untuk melahirkan atlet berprestasi signifikan.
Ia menargetkan munculnya atlet-atlet baru yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional untuk memperbaiki kondisi bulu tangkis Indonesia saat ini.
Dukungan dari para orang tua dan sponsor dianggap krusial mengingat biaya pembinaan atlet bulu tangkis yang cukup besar.
"Piala Wali Kota kan Kejukot, jadi harus dari klub-klub yang ada di Kota Surakarta. Kita harapkan ada dukungan pihak lain untuk memajukan bulu tangkis untuk nasional maupun internasional," kata FX Hadi Rudyatmo menegaskan.
Selain memperebutkan piala bergilir, ajang ini juga menjadi sarana evaluasi bagi 14 klub yang ada di Surakarta untuk meningkatkan kualitas kepelatihannya.
Meskipun persaingan sangat ketat, sportivitas tetap menjadi nilai utama yang dikedepankan sepanjang pertandingan berlangsung.
Dengan suksesnya gelaran tahun ini, PBSI Solo optimis panggung kompetisi ini akan terus melahirkan talenta yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....