Hujan Deras-Lama Sungai Garuda Meluap, Sejumlah Wilayah Sragen Kota Kebanjiran
- 01 Mei 2026 08:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Hujan deras dengan durasi lama yang mengguyur wilayah hulu mengakibatkan Sungai Garuda, yang merupakan anak sungai Bengawan Solo, meluap pada Kamis 30 April 2026 sore. Akibatnya, sejumlah titik di wilayah Kecamatan Sragen tergenang air dan menyebabkan akses jalan terhambat serta satu warga mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sragen, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai mengguyur sejak pukul 17.45 WIB. Tingginya debit air dari wilayah hulu memicu luapan Sungai Garuda yang kemudian masuk ke pemukiman dan menggenangi akses jalan di empat kelurahan/desa di Kecamatan Sragen.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, R. Triyono Putro, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera merespons laporan dari media sosial pada pukul 19.41 WIB dan menerjunkan tim TRC untuk melakukan kaji cepat (assessment) serta monitoring di lokasi terdampak.
Luapan air tercatat menggenangi 13 RT di 4 wilayah kelurahan/desa dengan ketinggian air yang bervariasi antara 15 cm hingga 40 cm. Berikut rincian wilayah terdampak:
1. Kelurahan Sragen Tengah Kampung Ngepringan dan Kampung Pecing (Ketinggian 15–30 cm).
2. Desa Tangkil: Kampung Karang, Kerisan, dan Karanggungan (Ketinggian 20–40 cm).
3. Kelurahan Karangtengah: Kampung Karang Asem, Sarirejo, Klitik, dan Batu (Ketinggian 20 cm).
4. Kelurahan Nglorog: Kamp. Sragen Lor (Ketinggian 20 cm).
"Meskipun mayoritas air hanya menggenangi akses jalan umum dan halaman rumah, tercatat ada satu unit rumah di Kelurahan Nglorog yang terendam, mengharuskan satu keluarga (4 jiwa) terdampak langsung," ujar R. Triyono Putro, Jumat 1 Mei pagi.
Satu orang warga dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa ini. Korban atas nama Alwin Badarudin (42), warga Ngepringan, Karangtengah, mengalami luka sobek pada punggung tangan, pergelangan tangan, dan jari kelingking. Korban telah dievakuasi oleh tim di lapangan menuju RSUD Sragen untuk mendapatkan perawatan medis.
Proses penanganan darurat dinyatakan terkendali pada pukul 23.10 WIB seiring dengan menurunnya debit air. Sementara itu kondisi pada Jumat pagi ini genangan air di seluruh wilayah terdampak dipastikan telah surut total. Akses lalu lintas yang sempat tersendat kini sudah kembali normal. Masyarakat mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di halaman rumah dan jalanan.
R. Triyono Putro menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, mengingat cuaca yang masih fluktuatif.
"Kami meminta warga untuk segera mengamankan barang berharga dan mematikan aliran listrik jika melihat debit air sungai kembali naik secara signifikan," ujarnya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....