Asah Naluri Tempur, Prajurit Kodim Boyolali Tempa Diri lewat Pencak Silat Militer

  • 28 Apr 2026 18:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Lapangan Makodim 0724/Boyolali di Jalan Pandanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, tampak berbeda pada Selasa 28 April 2026. Derap langkah dan gerakan sigap para prajurit mengisi suasana dalam latihan intensif Pencak Silat Militer (PSM) yang digelar sebagai bagian dari pembinaan kemampuan tempur.

Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya serius Kodim 0724/Boyolali dalam meningkatkan kualitas prajurit, khususnya dalam menghadapi pertempuran jarak dekat. Melalui program ini, setiap personel ditargetkan memiliki ketangkasan, kecepatan, dan ketahanan di atas rata-rata.

Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E melalui Pasiops Kapten Inf Muslih menegaskan bahwa kemampuan bela diri menjadi faktor krusial di tengah perkembangan teknologi militer modern. Menurutnya, kecanggihan alat tempur harus diimbangi dengan kesiapan fisik dan mental prajurit di lapangan.

“Teknologi memang penting, namun kemampuan bela diri taktis adalah nyawa kedua bagi prajurit. Latihan ini melatih insting, kecepatan reaksi, serta ketenangan dalam situasi terdesak,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit dibekali berbagai teknik, mulai dari kuncian, cara melumpuhkan lawan, hingga pertahanan tangan kosong. Seluruh anggota tubuh dimaksimalkan sebagai alat serang maupun bertahan, sehingga prajurit mampu bertindak efektif dalam berbagai kondisi.

Tak hanya mengasah fisik, latihan PSM juga menekankan pengendalian diri dan kewaspadaan melalui olah rasa. Hal ini menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter prajurit yang tangguh, adaptif, dan profesional.

Menariknya, latihan ini juga menjadi wujud pelestarian budaya bangsa. Pencak silat yang dipadukan dengan teknik militer modern diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional di kalangan prajurit.

Kapten Muslih menambahkan, peningkatan kemampuan bela diri ini akan berdampak langsung pada kepercayaan diri prajurit, terutama Babinsa, dalam menjalankan tugas di wilayah binaan.

“Dengan keterampilan yang mumpuni, prajurit siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” tegasnya.. (Kisno/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....