Ade Rai Ajak Masyarakat Hidup Sehat demi Keberlanjutan Program JKN
- 23 Apr 2026 19:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Mantan binaragawan sekaligus motivator kesehatan ternama, Ade Rai, menekankan pentingnya masyarakat untuk mulai memprioritaskan pola hidup sehat guna mendukung keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hal tersebut disampaikan dalam acara Rekonsiliasi Data Peserta PBPU BP Pemda, Iuran Wajib, serta Kepala Desa dan Perangkat Desa Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Alana Hotel Solo, Kamis, 23 April 2026, dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam pemaparannya, Ade Rai menjelaskan program JKN murni berbasis pada semangat gotong royong, di mana kontribusi jemaah yang sehat menjadi penopang bagi mereka yang sakit.
Ia memperingatkan jika beban orang sakit terus meningkat melampaui jumlah mereka yang sehat, maka program asuransi sosial ini akan sulit bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak hanya bergantung pada langkah kuratif atau pengobatan, tetapi mulai serius melakukan langkah preventif dan promotif.
Fenomena menarik diungkapkan Ade Rai sekitar 95 persen profil klaim BPJS Kesehatan saat ini didominasi oleh penyakit tidak menular. Penyakit-penyakit tersebut sebagian besar dipicu oleh pola perilaku dan gaya hidup masyarakat yang kurang sehat.
Dengan melakukan transformasi perilaku, masyarakat sebenarnya dapat membantu negara menghemat anggaran kesehatan yang sangat besar, yang kemudian dana tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.
"Mencari sehat waktu kita masih memiliki menjadi mudah dan murah. Ya, begitu dia pergi dari kita menjadi mahal dan susah. Tahu dari mana mahalnya? Dari angka satu triliun dua ratus tujuh puluh tujuh miliar rupiah yang dikeluarkan negara selama dua belas tahun terakhir dan bisa dibayangkan berapa lagi yang harus dikeluarkan ke depan," ujar Ade Rai.
Lebih lanjut, edukasi kesehatan dinilai menjadi amunisi utama untuk melandaikan kurva jumlah pasien di fasilitas kesehatan. Tingginya biaya yang harus dikeluarkan negara selama satu dekade terakhir menjadi sinyal kuat bahwa beban medis nasional sudah sangat berat.
Ade Rai mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memahami bahwa disiplin menjaga kesehatan adalah bentuk tanggung jawab pribadi sekaligus dukungan nyata terhadap kelangsungan sistem kesehatan negara.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari menyebut, kolaborasi lintas sektoral terus diperkuat untuk menyukseskan program JKN.
Kehadiran motivator kesehatan dalam agenda ini merupakan langkah nyata untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih mengutamakan pencegahan dibandingkan pengobatan.
"Hari ini kita memiliki dua kegiatan bersamaan dari BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan komunikasi, data, kepesertaan, dan iuran dengan seluruh Pemerintah Daerah. Kita juga menghadirkan Bapak Ade Rai untuk motivasi hidup sehat," ujar Debbie.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinkronisasi data iuran dan kepesertaan antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Daerah dapat berjalan semakin valid dan tepat waktu.
Selain itu, keterlibatan tokoh agama dalam menyosialisasikan gaya hidup sehat diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kondisi fisik mereka.
Transformasi dari fokus kuratif menuju preventif menjadi visi besar yang ingin dicapai demi menjaga stabilitas finansial dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....