Sanggar Seni Lima Benua Gelar Pameran Bertema Lingkungan
- 21 Apr 2026 19:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Sanggar Lima Benua menggelar Biennale Klaten tahun 2026 berupa pameran karya seni kontemporer 20 sampai 22 April 2026. Pameran yang berlangsung ruang publik lima benua Kampung Geritan Desa Belangwetan Kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten dengan mengusung konsep Environmental Art atau seni lingkungan dengan tema utama "Tak gendong The Power of Women".
Penyelenggara Biennale tahun 20206 Temanku Lima Benua mengatakan penyelenggaran pameran seni kali ini merupakan yang keempat kalinya dengan tempat yang berbeda-beda. Pada biennale pertama mengangkat tentang keberagaman, kedua tentang bank sampah dan biennale ke tiga mengangkat persoalan ecology.
Temanku Lima benua mengatakan kegaitan tesebut merupakan bagian dari memperingati Hari Kartini dan juga Hari Bumi. Sedikitnya 50 karya seni dengan mempertemukan seniman lokal dengan seniman kontemporer.
“Proses biennale ini sudah dimulai 17 Oktober 2025 Hari Kebudyaan nasional dan akan berakhir 22 April 2026 hari bumi. Ini juga memperingati Hari Kartini 21 april dan hari bumi 22 april. Biennale tak gendong ini mengalami tranformasi dari biennale eklusif menjadi inklusif. Ini mempertemukan seniman lokal kurang lebih 50 karya yang bertemu dengan seniman kontemporer,” Kata Temanku Lima Benua, Selasa 21 April 2026.
Melalui pameran tersebut ingin membuktikan di Klaten terdapat wadah untuk para seniman kontemporer untuk menampilkan karya-karyanya. Sehingga harapannya para seniman lokal dapat berkembabang tidak hanya pada sekup lokal akan tetapi hingga internasional.
Seorang pemerhati seni Yogyakarta memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan biennale art tersebut. Seniman yang baru 24 tahun yakni temanku Lima Benua sudah mempu menggarap pameran tingkat Klaten merupakan hal luar biasa.
“Orang seusia Liben ini bisa membuat kegiatan di Klaten biennale Klaten itu sudah luar biasa. Kesadaran untuk menggali kultural lokal itu sudah luar biasa, kemudian menggalang kesadaran ibu-ibu. Semoga berkelanjutan,” katanya.
Apresiasi yang sama juga disampaikan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Media dan Komunikasi Publik Mohammad asrian Mirza yang datang langsung ke lokasi Pameran. Pameran tersebut merupakan contoh dari seniman daerah namun mampu menunjukkan kemampuannya.
“Ini bukti ada bantuan langsung ada pameran. Saya datang karena ingin melihat,” katanya.
Dari 50 karya seni yang dipamerkan tersebut memanfaatkan barang-barang limbah. Dari besi yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai seperti patung perempuan, patung pancoran dan patung menuju Indonesia emas. Adam sutanto
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....