Kampus Inklusif, 12 Peserta Disabilitas Ikuti UTBK 2026 di UNS
- 21 Apr 2026 19:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan inklusif, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan pelayanan khusus bagi 12 peserta penyandang disabilitas dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026.
Sebanyak tujuh peserta tuna netra, empat peserta tuna daksa, dan satu peserta tuna rungu. Mereka mendapatkan fasilitas aksesibilitas penuh di laboratorium komputer yang telah disiapkan.
Pelaksanaan ujian bagi peserta berkebutuhan khusus ini dipusatkan di Direktorat TIK demi menjamin kenyamanan dan kemudahan mobilitas selama ujian berlangsung.
Rektor UNS, Prof. Hartono, mengatakan, panitia telah menyiapkan pendampingan khusus serta perangkat pendukung sesuai dengan jenis hambatan yang dimiliki peserta. Seperti perangkat pembaca layar bagi peserta tuna netra.
Pengalaman UNS dalam menyelenggarakan ujian bagi disabilitas pada tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar optimalisasi pelayanan tahun ini.
Penempatan lokasi di Direktorat TIK dipilih karena fasilitasnya yang ramah difabel dan mudah dijangkau oleh kendaraan pengantar hingga ke area terdekat ruang ujian.
"Sebagai kampus inklusif, kami pastikan mereka mendapatkan akses sehingga mereka dapat mengikuti ujian seperti peserta ujian lain-lainnya. Tahun ini ada 12 peserta disabilitas, terdiri dari tuna rungu, tuna daksa, dan tuna netra," ujar Prof. Hartono, dalam jumpa pers di Gedung Rektorat kampus setempat, Selasa, 21 April 2026.
Pada sesi pertama di hari pembukaan, satu peserta tuna rungu telah melaksanakan ujian dengan lancar di Labkom Direktorat TIK. Sementara itu, empat peserta tuna daksa dijadwalkan mengikuti ujian pada sesi kedua di lokasi yang sama.
Untuk tujuh peserta tuna netra, panitia telah menetapkan jadwal khusus pada sesi kelima agar proses pendampingan teknis dapat dilakukan secara lebih fokus dan maksimal tanpa hambatan komunikasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Fitria Rahmawati, menambahkan standar pelayanan bagi peserta disabilitas tetap dijaga konsistensinya seperti tahun sebelumnya.
Panitia pengawas yang bertugas di ruang khusus tersebut juga telah diberikan arahan untuk bersikap suportif namun tetap menjaga integritas ujian.
Hal ini membuktikan bahwa seleksi masuk perguruan tinggi tetap menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan bagi seluruh anak bangsa.
"Tahun-tahun sebelumnya UNS juga sudah menyelenggarakan UTBK untuk peserta disabilitas dan sudah cukup berpengalaman. Untuk pelayanan relatif sama seperti tahun sebelumnya yang kita berikan, ditempatkan di Direktorat TIK," kata Prof. Fitria.
Pelaksanaan ujian bagi peserta disabilitas ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi calon mahasiswa lain bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi.
Dengan fasilitas yang terus dibenahi, UNS bertekad menjadi pelopor kampus ramah disabilitas di Indonesia. Monitoring ketat terus dilakukan agar seluruh peserta, tanpa kecuali, dapat mengerjakan soal dengan tenang hingga sesi ujian mereka berakhir. (Dania/W)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....