Latih Pengendalian Massa, Polres Karanganyar Simulasi Pengamanan Unjuk Rasa

  • 20 Apr 2026 18:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Polres Karanganyar menggelar latihan simulasi pengamanan unjuk rasa di plaza Alun-alun Karanganyar guna meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi situasi kontinjensi. Sebanyak 420 personel dilibatkan dalam simulasi ini, mulai dari tim negosiator, satuan Dalmas awal, hingga tim penegakan hukum untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Bumi Intanpari.

Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, menjelaskan latihan ini bertujuan agar anggota Polri mampu menguasai medan pengamanan di objek-objek vital pemerintahan. Dengan asumsi Kantor Bupati sebagai sasaran unjuk rasa, personel dilatih untuk melakukan pengendalian massa dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan komunikasi efektif.

“Kegiatan ini merupakan latihan rutin untuk mengecek kesiapsiagaan personel terutama dalam menghadapi situasi kontinjensi penanganan unjuk rasa. Tentunya yang kita kedepankan adalah komunikasi dan tindakan yang humanis kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar AKBP Arman Sahti, Senin 20 April 2026.

Kapolres memaparkan latihan ini tidak hanya difokuskan pada kekuatan fisik, tetapi juga bagaimana tim negosiator mampu meredam situasi melalui dialog. Selain mengantisipasi isu lokal dan nasional yang berimbas ke Kabupaten Karanganyar, kesiapan pasukan ini juga menjadi bagian dari upaya pemberian bantuan pengamanan ke wilayah Solo Raya maupun Polda Jawa Tengah.

“Kita harapkan anggota terlatih dalam mengendalikan massa, bagaimana mereka bernegosiasi, hingga melakukan tindakan hukum yang terukur. Pasukan kita juga sering diminta untuk membantu Polres-polres sekitar apabila mereka membutuhkan tambahan kekuatan pasukan pengamanan,” kata AKBP Arman.

Kapolres menambahkan, pemilihan lokasi di Kantor Bupati dilakukan agar anggota polisi memiliki gambaran nyata tentang objek-objek pengamanan yang perlu mendapatkan penanganan khusus. AKBP Arman menilai penguasaan medan sangat krusial agar polisi tidak ragu dalam mengambil keputusan saat menghadapi massa yang sesungguhnya di lapangan.

“Latihan simulasi ini kita laksanakan langsung di tempat atau objek yang diasumsikan menjadi sasaran pengunjuk rasa. Tujuannya agar anggota bisa benar-benar menguasai medan dan memahami objek mana yang perlu mendapatkan pengamanan ekstra,” ujar Kapolres.

Adapun, Polres Karanganyar terus memantau kalender Kamtibmas untuk memetakan potensi kerawanan yang mungkin muncul akibat isu-isu tertentu di masyarakat. Melalui latihan yang konsisten, kepolisian berkomitmen menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sekaligus memastikan situasi daerah tetap aman dan kondusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....