Hujan Angin Terjang Karanganyar, Teratak Hajatan Ambruk, 9 Orang Luka-Luka

  • 09 Apr 2026 19:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Karanganyar pada Kamis sore, 9 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan pohon tumbang di sembilan titik serta insiden ambruknya tenda hajatan di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, yang melukai sembilan orang tamu undangan asal Desa Gemantar.

Insiden di Desa Tunggulrejo bermula saat para tamu undangan berteduh di bawah tenda atau teratak setinggi dua meter ketika hujan deras mengguyur. Akibat tidak kuat menahan beban dan terpaan angin, tenda tersebut ambruk dan menimpa warga yang tengah berada di bawahnya.

“Ada sembilan orang luka akibat teratak hajatan yang ambruk karena tidak kuat menahan hujan deras. Lima orang sudah diperbolehkan pulang setelah rawat jalan di Puskesmas, sementara empat lainnya dilarikan ke RSUD Karanganyar,” ujar Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno saat dikonfirmasi wartawan.

Hendro menjelaskan dari empat korban yang dibawa ke RSUD, tiga di antaranya sudah diizinkan pulang sementara satu orang harus menjalani rawat inap. Pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan Bupati Karanganyar agar seluruh biaya pengobatan para korban di rumah sakit dibebaskan.

“Kami sudah melaporkan kepada Pak Bupati bahwa masyarakat yang terkena bencana di Gemantar itu fasilitas rumah sakitnya digratiskan. Kami terus memantau perkembangan kondisi para korban yang masih dalam penanganan medis,” katanya.

Selain insiden di lokasi hajatan, BPBD mencatat sebaran pohon tumbang terjadi di Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Jumantono. Jalur selatan Matesih menjadi lokasi terdampak cukup parah dengan tiga titik pohon tumbang yang sempat mengganggu akses lalu lintas.

“Data sementara yang masuk ke TRC ada sembilan titik pohon tumbang, termasuk di jalur Karanganyar-Rawu dan Jalan Lawu wilayah Serut. Tim di lapangan sudah bergerak cepat melakukan evakuasi agar jalur utama tersebut kembali bisa dilewati kendaraan,” ucap Hendro.

Cuaca buruk sore tadi juga berbarengan dengan terjadinya kebakaran rumah di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono, yang saat ini masih dalam pendataan kerugian. Petugas gabungan masih disiagakan di berbagai lokasi untuk mengantisipasi adanya laporan kerusakan tambahan dari warga.

“Ada juga satu kejadian kebakaran rumah di Desa Sedayu akibat dampak cuaca ekstrem sore tadi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan lebat disertai angin masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan,” kata Kalakhar BPBD.

Hingga saat ini, personel BPBD bersama relawan masih melakukan pembersihan sisa-sisa material pohon tumbang di jalur-jalur protokol. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan adanya kerusakan infrastruktur atau pohon yang membahayakan di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....