Praktik Jual Souvenir di Candi Cetho Resahkan Tamu, Disparpora Bakal Rombak SOP

  • 09 Apr 2026 14:25 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar bergerak cepat membenahi Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan di objek wisata Candi Cetho. Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan terkait ketidaknyamanan tokoh agama asal Ubud, Bali, saat sedang beribadah di lokasi tersebut.

Kepala Disparpora Karanganyar, Yoppi Eko Jatiwibowo, menyayangkan sikap pelaku wisata yang menawarkan souvenir di saat tamu sedang melakukan ritual keagamaan. Hal ini dinilai mencoreng citra pariwisata Karanganyar yang seharusnya menjunjung tinggi kekhusyukan pengunjung yang ingin beribadah.

“Ada tamu tokoh agama dari Ubud sedang konsentrasi dan khusyuk beribadah, namun justru ditawari souvenir oleh warga yang melihat peluang uang. Ini masalah cara berkomunikasi dan melayani yang tidak tepat waktunya sehingga membuat tamu merasa tidak nyaman,” ujar Yoppi Eko Jatiwibowo kepada wartawan, Kamis 9 April 2026.

Yoppi mengungkapkan manajemen pelayanan di objek wisata religi Karanganyar masih perlu banyak belajar dari daerah lain seperti Bali. Pihaknya berencana mengedukasi para pelaku wisata secara perlahan tanpa harus melakukan pemecatan atau penggantian personel di lapangan.

“Beliau mengundang kami ke Ubud untuk belajar bagaimana SOP melayani umat Hindu yang sedang beribadah agar manajemen kita lebih baik. Kami akan datang ke lokasi untuk mengedukasi warga agar paham bahwa melayani tamu itu ada tata caranya,” ucapnya.

Insiden tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi Disparpora untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di destinasi wisata sejarah dan religi. Yoppi menyebut latar belakang pendidikan dan pengalaman memang mempengaruhi cara masyarakat lokal dalam menyikapi kedatangan tamu mancanegara maupun domestik.

“Membenahi itu tidak harus mengganti orang, tetapi yang ada saat ini akan kami edukasi pelan-pelan melalui bidang destinasi wisata. Harapannya ke depan warga Hindu dari Bali yang datang beribadah ke Candi Cetho maupun Candi Sukuh semakin banyak,” kata Yoppi.

Ke depan, lanjut Yoppi, Disparpora berencana mengajak para pelaku usaha dan pengelola wisata di kawasan Cetho untuk studi banding langsung ke Bali jika anggaran memungkinkan. Hal ini bertujuan agar mereka melihat langsung standar pelayanan kelas dunia yang tetap menjaga kesucian tempat ibadah.

“Kalau ada anggaran, justru pelaku-pelaku di sana yang akan kami ajak ke Bali agar belajar langsung cara menerima tamu sesuai standar. Tokoh agama yang kemarin datang pun sudah menyatakan kesanggupannya untuk menerima dan membimbing para pelaku wisata kita,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....