Sidak SPPBE Karanganyar, Gubernur Ahmad Luthfi Jamin Stok Elpiji Melimpah
- 08 Apr 2026 11:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Gas Sindo di Gayamdompo, Karanganyar, Rabu 8 April 2026. Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.
Dalam pengecekannya, Gubernur menjamin stok Elpiji di Jawa Tengah berada dalam kondisi yang sangat aman. Berdasarkan data terkini, ketersediaan gas mencapai 14.833 metrik ton, yang menunjukkan angka ketersediaan hingga enam kali lipat dari kebutuhan normal masyarakat.
“Hari ini sudah kita lakukan pengecekan, ketersediaan Elpiji kita itu hampir 14.833 metrik ton. Artinya apa? Bahwa enam kali lipat ketersediaan normal Elpiji kita itu cukup. Sehingga tidak ada alasan bahwa ada kelangkaan, oleh karena itu masyarakat saya imbau untuk tidak panik atau melakukan panic buying,” ujar Ahmad Luthfi kepada wartawan usai melakukan sidak.
Gubernur juga menegaskan distribusi gas melon tiga kilogram harus tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 540 Tahun 2024. Ia memerintahkan jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng dan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan ketat agar gas subsidi tidak dinikmati oleh sektor komersial besar seperti usaha binatu atau perusahaan besar lainnya.
“Jangan sampai elpiji tiga kilo itu digunakan untuk laundry, untuk perusahaan, dan lain sebagainya. Itu yang kita lakukan operasi dan penertiban. Pelajaran dari dua kali temuan kasus di Karanganyar yang sudah ditindak Polda, jangan sampai terulang di tempat lain. Saya tidak akan tolerir bagi mereka yang mencari kesempatan di saat masyarakat membutuhkan, itu perbuatan tercela dan akan kita pidanakan tanpa pandang bulu,” ucap Gubernur.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga JBT, Fanda Chrismianto, menyatakan dukungannya terhadap sinergitas pengawasan yang dilakukan pemerintah provinsi dan aparat kepolisian. Fanda memastikan harga gas elpiji tiga kilogram telah dipatok sesuai ketentuan pemerintah sebesar 18 ribu rupiah dan meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik ilegal.
“Tugas kami adalah menyalurkan kebutuhan energi kepada masyarakat. Luar biasa sinergitas Bapak Gubernur dan kepolisian untuk memastikan distribusi ini lancar dan tepat sasaran. Kami mendorong masyarakat berperan aktif jika menemukan praktik ilegal untuk segera disampaikan kepada yang berwajib,” kata Fanda Chrismianto.
Disinggung terkait isu adanya pengurangan kuota di Karanganyar, Fanda menyebut, pihak Pertamina telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, dengan hasil informasi tersebut dipastikan tidak benar.
"Stok di pangkalan dilaporkan masih mencukupi, harga masih stabil, jadi masyarakat kami harap untuk tetap bijak dalam menggunakan energi sesuai kebutuhan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....