Rayakan Minggu Palma, Ribuan Umat Katolik Purbowardayan Solo Gelar Arak-arakan

  • 29 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Minggu Palma

RRI.CO.ID, Surakarta – Suasana meriah menyelimuti kawasan Panggung hingga Gereja Santa Perawan Maria Regina, Purbowardayan, Solo, pada Minggu 29 Maret 2026 pagi. Sekitar 2.000 umat Katolik tumpah ruah mengikuti prosesi perarakan Minggu Palma yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB.

Arak-arakan tahun ini tampil berbeda dan jauh lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kemeriahan diawali dengan dentuman drumband dari anak-anak TK dan SD Kanisius Pucangsawit, Kecamatan Jebres yang memimpin barisan di garda terdepan.

Di belakangnya, tampak barisan ketua-ketua wilayah serta berbagai kelompok kategorial yang membawa vandel dan bendera kebanggaan mereka masing-masing.

Ketua Panitia Perayaan Paskah Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan, Imanuel Teguh Basuki, mengungkapkan bahwa penambahan berbagai atribut dan keterlibatan kelompok musik ini sengaja dilakukan untuk memberikan warna tersendiri pada perayaan tahun ini.

"Betul, kalau dulu beberapa tahun yang lalu pernah ada, tapi tidak memakai drumband dan aksesori lainnya. Tahun ini sepertinya lebih komplit. Ada drumband, kelompok ketua wilayah, hingga kelompok kategorial yang membawa vandel masing-masing," ujar Imanuel saat ditemui di sela-sela acara.

Jemaat Gereja Santa Perawan Maria Regina, Purbowardayan, Solo, mengikuti prosesi perarakan Minggu Palma yang berlangsung pada Minggu 28 Maret pagi. (Foto: RRI/Mulato Ishaan)

Menurut Imanuel, keputusan untuk menggelar kembali arak-arakan besar ini adalah untuk menghidupkan kembali suasana sakral sekaligus sukacita saat Yesus memasuki kota Yerusalem. "Supaya lebih meriah. Karena memang saat Yesus masuk ke Yerusalem, suasananya memang meriah dan penuh penyambutan," ucapnya.

Meski Gereja Purbowardayan menggelar beberapa jadwal misa Minggu Palma, Imanuel menegaskan bahwa prosesi perarakan besar ini hanya difokuskan pada satu titik waktu saja.

"Hanya satu kali ini saja. Misa Sabtu sore kemarin dan nanti sore tidak ada perarakan seperti tadi. Jadi memang khusus difokuskan di Minggu pagi ini," katanya kepada awak media.

Selain kemeriahan liturgi, Panitia Paskah Purbowardayan juga telah menyiapkan rangkaian aksi nyata bagi masyarakat Kota Solo. Fokus utama mereka adalah membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan atau yang sering disebut sebagai kaum "KLMTD" (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel).

Imanuel menjelaskan bahwa pihak gereja tengah menghimpun bantuan sembako dari setiap lingkungan untuk nantinya disalurkan kepada mereka yang berhak.

"Kami ada aksi sosial berupa pembagian sembako. Setiap lingkungan mengumpulkan gula, minyak, dan beras di posko panitia. Nanti setelah Paskah, sembako tersebut akan segera kami bagikan kepada kaum KLMTD," ucap Imanuel.

Perayaan Minggu Palma ini menjadi pembuka rangkaian Pekan Suci di Gereja Purbowardayan, yang nantinya akan berlanjut pada perayaan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan puncaknya pada Hari Raya Paskah. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....