BPKH Lepas Keberangkatan 675 Perantau Balik Kerja Gratis di De Tjolomadoe

  • 24 Mar 2026 14:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH melepas 675 peserta program Balik Kerja Bareng 2026. Prosesi pelepasan 15 armada bus tersebut dilangsungkan di kawasan De Tjolomadoe, Colomadu, Selasa 24 Maret 2026.

Solo menjadi titik keberangkatan yang paling istimewa karena mencatatkan jumlah pendaftar paling banyak dibandingkan kota-kota lainnya. Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyebut antusiasme masyarakat Solo Raya mencapai sembilan kali lipat dari kuota yang tersedia.

“Untuk Solo ini istimewa karena pendaftar paling banyak. Yang kita bisa menampung enam ratus tujuh puluh lima, ternyata yang mendaftar itu sebelas ribu lebih,” ujar.

Sulistyowati mengatakan, pendaftaran yang dibuka secara daring sejak pagi hari langsung ludes hanya dalam hitungan jam karena sangat dinantikan para perantau. Lonjakan peminat ini membuat pihak BPKH mempertimbangkan adanya evaluasi penambahan kuota atau titik kota untuk tahun mendatang.

“Artinya sembilan kali lipat. Luar biasa. Kita launching pagi jam sepuluh, sore sudah habis karena sudah ditunggu masyarakat,” ucapnya.

Sulistyowati menyebur, program yang telah memasuki tahun keempat ini merupakan bentuk pendayagunaan Dana Abadi Umat untuk kemaslahatan masyarakat secara luas. BPKH memposisikan diri sebagai pelopor layanan balik kerja gratis guna meringankan beban ekonomi umat pasca-lebaran.

“Kenapa kami bikin program balik kerja? Karena selama ini masih langka ya instansi yang memberikan program balik kerja secara gratis,” katanya.

Sulistyowati mengatakan, lersyaratan peserta dalam program ini diperketat dengan mewajibkan adanya identitas kerja tetap di wilayah Jabodetabek. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan para peserta adalah tenaga kerja produktif dan bukan pencari kerja baru.

“Persyaratan khusus itu mereka harus punya kerja di Jakarta dengan melampirkan kartu identitas pegawai. Jadi di sana bukan pengangguran cari kerja, itu nanti kita dimarahin gubernur,” ujarnya.

Manfaat ekonomi dari fasilitas ini dirasakan langsung oleh Eli Puspita Sari, seorang ibu rumah tangga asal Surakarta yang hendak kembali ke Tangerang. Dirinya mengaku sangat terbantu karena bisa menghemat pengeluaran transportasi keluarga dalam jumlah yang cukup besar.

“Sangat membantu untuk ongkos sebaliknya yang harusnya kita keluar dana, kita bisa alihkan buat orang lain. Kalau untuk tiket sekitar 1,5 juta pulang-pergi ya, jadi sangat membantu sekali,” ujar Eli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....