Kirab Obor Mangkunegaran Tegaskan Tradisi Inklusif Idulfitri
- 20 Mar 2026 21:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Nuansa kebersamaan menyelimuti kawasan Pura Mangkunegaran saat Kirab Obor Malam Takbiran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah digelar, Jumat 20 Maret 2026 malam. Tradisi ini tak sekadar menjadi penanda datangnya hari kemenangan, tetapi juga memperlihatkan wajah inklusif budaya Mangkunegaran yang terbuka bagi masyarakat luas.
Kirab dimulai dari Masjid Al Wustho, menyusuri sisi barat kawasan Mangkunegaran, hingga berakhir di Pamedan. Sepanjang perjalanan, obor-obor yang menyala menciptakan suasana hangat dan khidmat, berpadu dengan antusiasme warga yang turut menyaksikan.
Pengageng Kawedanan Panti Budaya, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo mengatakan, itu adalah sebagai simbol persaudaraan dan juga berbagi kepada sesama. "Menyambut Idulfitri bersama-sama dan juga apa ya, bahwa Mangkunegara itu tidak eksklusif tapi inklusif," ujarnya.
Menurutnya, kirab ini menjadi sarana untuk membaur dengan masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial. Dalam rangkaian acara, turut dibagikan gunungan berisi hasil bumi dan jajanan pasar kepada warga.
"Harapannya adanya Jaburan itu tuh untuk sebagai simbol bahwa kami berbagi kepada masyarakat, berbagi berkah terutama," katanya.
Kirab obor ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Surakarta. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menilai tradisi tersebut sebagai kekuatan budaya yang patut dijaga dan dikembangkan.
"Ini salah satu pelestarian budaya yang luar biasa," ucapnya.
Lebih lanjut, Respati menegaskan kegiatan seperti ini berpotensi menjadi daya tarik wisata khas Kota Solo yang dinanti setiap tahunnya. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....