Ribuan Jemaah Padati Pamedan Mangkunegaran Laksanakan Salat Idulfitri

  • 20 Mar 2026 11:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Ribuan umat Islam mulai melaksanakan ibadah salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, salah satunya di Pamedan Pura Mangkunegaran, Kota Surakarta pada Jumat, 20 Maret 2026.

Pantuan rri.co,id, jemaah datang bersama keluarga dan kerabat memenuhi lapangan sejak pagi. Pelaksanaan salat Id ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta sebagai bagian dari 98 titik lokasi salat yang tersebar di Kota Bengawan.

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Ranting Keprabon, Fatkhul Hadi mengungkapkan pelaksanaan ibadah di area ini telah mendapatkan izin resmi dari Adipati Praja Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X.

Pihaknya mengapresiasi dukungan tersebut sebagai wujud harmoni antara ormas keagamaan dan institusi budaya di Kota Solo. Fatkhul juga menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah potensi perbedaan penentuan awal bulan Qomariah, karena setiap metode memiliki dasar hukum yang kuat dan patut dihormati bersama.

"Harapannya ke depan kita sudah mulai menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal agar semua umat bisa bersama-sama melaksanakan hari raya sehingga kita bisa mendapatkan ketakwaan yang hakiki," ujar Fatkhul Hadi saat ditemui di sela pelaksanaan salat, Jumat, 20 Maret 2026.

Ibadah salat Idulfitri di Pamedan Mangkunegaran dipimpin oleh KH Subari yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khotbahnya yang bertajuk "Indonesia Baldatun Thayyibatun", beliau mengajak jemaah untuk meresapi nilai-nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran Islam.

Menurutnya, tugas manusia setelah diciptakan dari tanah adalah menciptakan kemakmuran dan tatanan masyarakat yang baik di atas bumi Allah sebagai bentuk ibadah nyata.

KH Subari juga mengaitkan konsep Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang mendambakan negeri yang "Toto Tentrem Kerto Raharjo". Hal ini mencerminkan sebuah wilayah yang subur, murah pangan, dan rakyatnya hidup dalam kesejahteraan yang berkeadilan. Keindahan tatanan masyarakat tersebut hanya bisa dicapai jika terdapat keselarasan antara pemimpin dengan rakyatnya dalam menjalankan kebajikan dan menjauhi kemungkaran.

"Pemimpin dengan rakyatnya ini harus menjadi satu padu dalam amar ma'ruf nahi mungkar, yang dalam ungkapan bahasa Jawa disebut sebagai manjinging curiga mring warangka," kata KH Subari dalam petikan khotbahnya di hadapan ribuan jemaah.

Sebagai penutup, khatib mengingatkan bahwa kemenangan Idulfitri adalah momentum syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah siam. Segala prestasi yang diraih manusia, baik sebagai pemimpin maupun rakyat, tidak lepas dari bimbingan dan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pelaksanaan salat Id yang berjalan khidmat di 98 lokasi se-Solo Raya ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi warga Surakarta untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....