Observatorium PPMI Assalaam Gelar Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 H, Inilah Hasilnya

  • 20 Mar 2026 10:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Observatorium Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Pabelan Kartasura, kembali menggelar kegiatan rukyatul hilal dalam rangka menentukan 1 Syawal 1447 Hijriyah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis 19 Maret 2026, mulai pukul 17.00 hingga 18.30 WIB, di Anjungan Astronomi Assalaam Observatory selain melibatkan para santri, pengamatan hilal yang sudah menjadi tradisi itu juga dihadiri dua perwakilan dari kantor Kemenag kabupaten Sukoharjo dan Sragen serta masyarakat umum.

Kepala Pusat Astronomi Assalaam, AR Sugeng Riadi, memaparkan konjungsi bulan dan matahari terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.26.02 WIB, dimana matahari terbenam pukul 17.48.17 WIB di arah 269,43°.

“Bulan (hilal) terbenam pukul 17.57.38 WIB di arah 273,7°. Ketinggian bulan saat terbenam 2,38°, arah bulan 273,95°, usia bulan (hilal), 29 hari 9 jam 22 menit 15 detik Jarak bulan–matahari, 5,55°,”ujar dia.

Data itu kata AR menunjukkan posisi hilal yang menjadi salah satu penentu masuknya awal bulan Syawal dalam kalender Hijriah.

Berdasarkan hasil analisa itulah, AR Sugeng Riadi memastikan jika 1 syawal jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026 dan hal itu juga sudah disampaikan secara resmi oleh pemerintah usai sidang isbat di Jakarta.

Pengamatan hilal melalui teleskop juga dilakukan perwakilak Kemenag Sukoharjo

“Kami pastikan lebaran 1 syawal 1447 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026,” kata dia.

Lebih lanjut disampaikan AR Sugeng Riadi bagi PPMI Assalaam Pabelan kegiatan melihat hilal selalu dilakukan dengan melibatkan para santri.

“Ya, saat pengamatan mereka juga dibekali dengan fasilitas alat canggih dan modern, ujarnya.

Menurutnya, pengamatan hilal itu landasan utamanya adalah motivasi dari Al Quran dimana dalam ayatnya menyebut ada matahari, bulan dan bintang.

“Keberadaan benda di langit itu tidak bisa dipelajari hanya dengan membaca buku atau belajar dikelas, namun harus melalui praktek langsung di lapangan.

“Salah satu yang dilakukan adalah pengamatan Rukyatul hilal,” katanya.

Selain pengamatan hilal untuk menentukan l Syawal, menurut AR Sugeng Riadi Observatorium PPMI Assalam Pabelan Kartasuro juga melakukan pengamatan serupa untuk awal Ramadan, dan fenomena lain termasuk pengamatan gerhana matahari total yang terjadi di pertengahan bulan Ramadan lalu. (Edwi)

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....