Pemkot Solo Evaluasi Pelaksanaan MBG usai Aduan Masyarakat

  • 12 Mar 2026 15:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aduan tersebut berkaitan dengan menu makanan yang dinilai kurang dari sisi kuantitas maupun variasi menu bagi penerima manfaat.

Langkah kongkrit dilakukan pemerintah dengan meninjau langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandekan, Kecamatan Jebres. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengolahan makanan hingga distribusinya ke sekolah.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mengatakan pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi langsung terhadap proses penyediaan makanan. Hal ini penting agar kualitas layanan program MBG tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kami perlu intervensi untuk meninjau secara langsung mulai dari persiapannya, kemudian menu yang disiapkan, sampai manajemen di SPPG. Ada beberapa kendala yang menjadikan masyarakat, khususnya penerima manfaat di sekolah, menyampaikan masukan kepada kami,” ujar Astrid saat meninjau SPPG Gandekan, Rabu, 12 Maret 2026.

Menurut Astrid, berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Evaluasi dilakukan agar program MBG dapat terus diperbaiki sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa.

Sementara itu Wakil Ketua Satgas MBG Pemkot Solo, Purwanti mengatakan tim satgas terus melakukan pemantauan terhadap operasional dapur MBG. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan setiap proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar.

Purwanti menambahkan pihaknya juga memastikan kualitas bahan makanan yang digunakan dalam program tersebut. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait juga dilakukan untuk menjaga mutu bahan pangan yang digunakan dalam menu MBG.

“Selain memastikan proses produksi berjalan baik, kami juga mengecek kualitas bahan makanan yang digunakan. Hal ini penting agar makanan yang disajikan tidak hanya cukup jumlahnya tetapi juga tetap memenuhi standar gizi,” kata Purwanti. (Ryan Assyidiqi/Wida)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....