Polisi Amankan Pengajian Nuzulul Qur’an di Wonogiri

  • 09 Mar 2026 14:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wongiri - Ratusan warga menghadiri pengajian umum dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an 1446 Hijriah di Balai Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Sabtu 7 Maret 2026 malam. Kegiatan yang diikuti sekitar 300 jamaah tersebut berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan dari jajaran Polsek Paranggupito.

Pengajian dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dan berakhir pada pukul 23.15 WIB. Kegiatan ini dipimpin oleh penanggung jawab acara Suprapto, S.E., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Dari unsur Forkopimcam hadir perwakilan Polsek Paranggupito Aiptu Toni Anang S., perwakilan Koramil 25 Paranggupito Serda Setyo, serta Sekretaris Camat Paranggupito Joko Tri Hastono. Pengajian menghadirkan penceramah Kiai Moh. Wiyanto dari Sragen.

Dalam tausiyahnya, Kiai Moh. Wiyanto mengingatkan pentingnya memahami makna Nuzulul Qur’an sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Ia juga mengajak umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menentukan kebenaran dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Pengamanan kegiatan dilakukan oleh jajaran Polsek Paranggupito di bawah kendali Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto. Kehadiran polisi di tengah kegiatan masyarakat dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo mengatakan kehadiran anggota kepolisian dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas Polri untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Polri melalui jajaran Polsek hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Selain pengamanan, kehadiran anggota juga sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujar AKP Anom.

Ia menambahkan kegiatan keagamaan seperti pengajian juga dapat memperkuat nilai moral dan kebersamaan di tengah masyarakat. “Kegiatan keagamaan seperti pengajian juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai moral dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ucapnya. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....